Waspada Corona, Pemprov Siapkan 65 RS Rujukan dengan 1.784 Bed

UMUM | 26 Mar 2020 07:21:39 PM

Waspada Corona, Pemprov Siapkan 65 RS Rujukan dengan 1.784 Bed

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat konfrensi pers di Grahadi, Kamis (26/3). Foto : Herlambang 

Jatim Newsroom - Semakin bertambahnya jumlah pasien Covid 19 di wilayah Jawa Timur, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, memastikan adanya tambahan Rumah Sakit (RS) rujukan di Jawa Timur. Kini total tercatat 65 RS rujukan yang bisa menangani pasien Covid 19 dengan total ada 1.784 bed.

"Dengan tambahan jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif Covid 19, Alhamdulillah ada tambahan dua rumah sakit rujukan. Terakhir ada 63 RS rujukan. Sekarang ada tambahan dua dari RS TNI AU di Magetan dan RSUD Soewandi milik Pemkot Surabaya. Total sekarang ada 65 RS rujukan di Jatim," ujar Khofifah saat konfrensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (26/3).

Dengan tambahan RS rujukan, saat ini total bed sudah siap sebanyak 1.784 buah. Rinciannya, kata dia, 800 bed khusus di ruang observasi, 517 bed RS, dan 467 bed khusus isolasi total.

Ia menjelaskan, tren kenaikan Covid 19 di Jawa Timur mengalami lonjakan signifikan. Dari jumlah pasien yang terkonfirmasi positif saat ini sudah tercatat sebanyak 59 orang. Jumlah itu naik delapan dari jumlah kemarin, Rabu (25/3) sebanyak 51 orang.

Adapun data penambahan delapan pasien positif baru itu, dua orang dari wilayah Kota Surabaya, tiga pasien dari Sidoarjo, dua dari Kediri, dan satu dari Gresik. "Untuk Kediri dan Gresik yang sejauh ini belum ada pasien positif, sekarang sudah terkonfirmasi," ungkapnya.

Dengan mulai munculnya pasien positif di Kab Kediri dan Gresik, maka kedua daerah itu dinyatakan masui zona merah. Sebelumnya, yang tercatat zona merah adalah Kota Surabaya, Kab Magetan, Kab Sidoarjo, Kab Malang, Kota Malang, dan Kab Blitar.

Untuk data pasien dalam pengawasan (PDP) juga mengalami kenaikan sebanyak 31 orang dari 190 menjadi 221 orang. Sedangkan data orang dalam pemantauan (ODP) mengalami lonjakan tajam sebanyak 513 orang dari 2.542 menjadi 3.055 orang. (afr/s)

Views 1518
Web Statistic