Wabup Sidoarjo Minta Pengelola PAUD dan TK Gunakan BOP Sesuai Aturan

UMUM | 13 Mar 2018 06:00:36 PM

Wabup Sidoarjo Minta Pengelola PAUD  dan  TK Gunakan BOP Sesuai Aturan

Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin (tengah) bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Asrofi dan Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Sri Sutarsi.

Jatim Newsroom– Wakil Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin meminta kepada lembaga pendidikan PAUD dan TK untuk menggunakan BOP sesuai petunjuk teknis yang ada.

Permintaan itu ia sampaikan dalam Sosialissai Petunjuk Teknis (Juknis) Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Non Formal dan Formal TK yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo di aula Delta Graha Setda Sidoarjo, Selasa (13/3).

Dikatakannya, pemerintah pusat bakal memberikan Bantuan Operasional Penyelenggara (BOP) kepada lembaga pendidikan PAUD dan TK yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Bantuan ini diberikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik PAUD dan TK.

Sosialisasi ini diikuti 870 Kepala PAUD dan 760 Kepala TK. Selain itu ada 18 penilik dan 19 pengawas TK yang ikut dalam sosialisasi itu. Jumlah seluruhnya 1.667 peserta.

Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan, pelaksanaan BOP tidak lain untuk meningkatkan layanan PAUD yang insklusif, adil dan bermutu serta berkelanjutan.

BOP tersebut diberikan melalui DAK non fisik kepada lembaga pendidikan non formal yakni PAUD dan lembaga pendidikan formal yakni TK.

Tujuannya untuk membantu penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia kepada lembaga pendidikan PAUD.

Petunjuk teknis BOP diminta menjadi pedoman dalam penggunaannya. Dengan begitu perencanaan, pengelolaan, pertanggung jawaban serta pelaporan dan akuntabilitas penggunaan dana BOP PAUD dapat tetap sasaran dan tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku.

“Semoga dengan diselenggarakannya sosialisasi DAK non fisik BOP PAUD ini bisa lebih meningkatkan peran satuan pendidikan dalam peningkatan mutu pembelajaran yang berkualitas,” harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Asrofi mengatakan, penyelenggaraan sosialisasi akan dilakukan selama 6 hari.

"Selama pelaksanaannya dibagi dua gelombang. Gelombang pertama diselenggarakan tanggal 13-15 Maret dan dilanjut gelombang kedua pada tanggal 20-22 Maret," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Asrofi dan Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Sri Sutarsi. (ren)

Views 552
Web Statistic