Tahun 2018 Indeks Pembangunan Manusia Jatim 70,77

UMUM | 15 Apr 2019 07:04:59 PM

Tahun 2018 Indeks Pembangunan Manusia Jatim 70,77

Foto; ryo JNR

Jatim Newsroom – Indeks Pembangunan Manusia  (IPM) Jawa Timur secara kontinyu mengalami kemajuan mulai periode tahun 2012-2018. Dari Tahun 2012 sebesar 66,74 meningkat menjadi 70,27 pada 2017, kemudian terus naik menjadi  70,77 pada 2018. Dengan begitu rata-rata pertumbuhan pada kurun waktu 2012-2018 sebesar 0,98 %.
            Angka ini menunjukkan upaya pemerintah Jawa Timur dalam meningkatkan IPM cukup berhasil. Keberhasilan ini terjadi pada 2018 di seluruh wilayah kebupaten/kota. Sebelumnya, masih ada wilayah yaitu Kabupaten Sampang IPM-nya berkategori rendah. Pada 2018 ini Sampang naik kelas dengan IPM berkategori sedang.
            “Sehingga pada 2018 untuk pertamakalinya IPM di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur tidak ada yang berkategori rendah,” ujar  Kepala  Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono di kantornya, Senin (15/4).
            Meski demikian, pemerintah Jawa Timur tetap perlu terus meningkatkan kinerja pembangunan manusia, agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan manusia antar wilayah. Wilayah yang mempunyai IPM tergolong sedang diupayakan untuk meningkat mencapai kategori tinggi.
            Menurut data dari BPS Jawa Timur pada 2018 Kota Surabaya, tercatat mempunyai IPM tertinggi dengan capaian sebesar 81,74 disusul Kota Malang 80,89, Kota Madiun 80,33 dan terendah di Sampang 61,00 dan Bangkalan 62,87.
            Tiga kota di Jawa Timur, yaitu Surabaya, Malang dan Madiun mempunyai IPM sangat tinggi pada 2018, kemudian 17 kabupaten/kota kategori tinggi dan 18 kabupaten/kota kategori sedang.
            Menurut Teguh, IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya.(ryo/s)

Views 872
Web Statistic