Suku Bunga Turun, Pertumbuhan Perekonomian Kembali Terpacu

UMUM | 14 Sep 2017 08:48:22 AM

Jatim Newsroom - Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Surabaya menilai penurunan suku bunga sangat dinantikan oleh para pengusaha. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi di sektor riil bisa bergerak lebih cepat.

Penurunan suku bunga acuan 7-Days Reverse Repo (7DRR) Rate sebesar 25 basis poin dari sebelumnya 4,75 persen menjadi 4,5 persen disambut baik oleh kalangan pengusaha.  Ketua KADIN Surabaya Jamhadi menilai, pelaku usaha di sektor riil memerlukan fasilitas pembiayaan dengan bunga lebih rendah. Dengan bunga rendah itu, akan memicu orang tidak menabung tetapi berbisnis. "Kalau bank landing ke UKM bisa murah, maka ekonomi riil akan menjadi lebih merata sekaligus bisa mengurangi disparitas ekonomi,” kata Jamhadi, di Surabaya, Kamis (14/9).

Menurut Jamhadi, suku bunga yang berlaku saat ini masih kalah dengan beberapa negara di ASEAN. Namun demikian, dia optimistis suku bunga acuan ini akan mendorong daya saing Indonesia di kancah internasional. "Tentunya akan memicu keinginan orang masuk ke sektor riil dari pada deposito. Dengan demikian akan membuka lapangan usaha dan kerja baru, dan kredit akan tumbuh,” katanya.

Merujuk data Bank Indonesia, sampai triwulan II tahun 2017, realisasi kredit Perbankan di Jawa Timur mencapai Rp 476,39 triliun. Nilai itu tumbuh 7,84 persen daripada periode sebelumnya (year on year). Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) di periode yang sama mencapai Rp 475,92 triliun atau tumbuh 9,88 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dan aset yang tercatat sebesar Rp 584 triliun atau tumbuh 8,56 persen.

Selain itu, giro dan deposito masih menjadi pendorong utama peningkatan DPK di Perbankan di Jawa Timur. Sedangkan DPK dari tabungan menurun. Kenaikan DPK ini didorong oleh DPK korporasi, sebaliknya DPK perseorangan mengalami penurunan.

Berdasarkan jenis kegiatan, kenaikan DPK terjadi pada bank umum konvensional yang tumbuh dari 8,78 persen di triwulan I menjadi 9,81 persen di triwulan II. Sedangkan kinerja penghimpunan DPK perbankan syariah justru melambat dari 12,45 persen menjadi 11,61 persen. 

Meski demikian, perbankan syariah memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi untuk giro sebesar 16,28 persen dan tabungan sebesar 14,50 persen. Sementara untuk deposito bank umum konvensional mampu mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, yaitu 12,35 persen.(mad)

Views 280
Web Statistic