Subariyah, Guru Tegas yang Tak Mungkin Dilupakan Muridnya

UMUM | 16 Sep 2020 03:08:10 PM

Subariyah, Guru Tegas yang Tak Mungkin Dilupakan Muridnya

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah saat menemui Ibu Subariyah, Guru SD di Sidoarjo. Foto : Pendam V/Brawijaya untuk Kominfo Jatim

Jatim Newsroom - Guru merupakan suatu profesi yang sangat mulia. Bagaimana tidak, kesabaran seseorang Guru, ternyata mampu mencetak berbagai generasi penerus bangsa yang handal dan berkarakter. Itu yang dialami oleh Subariyah, salah satu Guru di SDN Geluran, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
 
Meski dikenal oleh muridnya sebagai Guru yang keras dan tegas, ternyata Subariyah memiliki tujuan tersendiri dalam karakter belajar mengajar yang ia berlakukan. Terbukti, Subariyah mampu mencetak karakter dari salah seorang prajurit di Kodam V/Brawijaya.
 
“Widodo ini (Pangdam, red) kalau gak salah lulusan tahun 1975. Memang, waktu itu anak SD jaman dulu dengan sekarang bedanya jauh sekali,” ujar wanita kelahiran Kabupaten Bantul, Yogyakarta ini usai
menyambut kunjungan kerja Pangdam V/Brawijaya di SDN Geluran.
 
Wanita berusia 71 tahun itu mengungkapkan jika Mayjen TNI Widodo merupakan sosok murid pendiam di antara murid-murid lainnya. “Dia itu tidak nakal. Pendiam, suka usil sama teman-temannya. Sering saya setrap, biar disiplin maksud saya. Nakalnya tidak, anaknya pintar dan baik,” ketusnya, melalui rilis diterima JNR, Rabu (16/9/2020).
 
Tak tanggung-tanggung, tujuh saudara Pangdam pun pernah menjadi anak didik Subariyah di SDN 2 Geluran yang pada saat itu bernama SD Kalijaten. “Tujuh orang, murid saya semua,” ungkapnya.
 
Sementara itu dalam sambutannya di hadapan Guru dan Kepala Sekolah SDN setempat, Pangdam mengungkapkan jika dirinya sangat bersyukur dengan cara belajar mengajar di SD tersebut, kala itu.
 
Jenderal bintang dua kelahiran Kabupaten Sidoarjo itu mengungkapkan jika selama menempuh pendidikan di bangku Sekolah Dasar, banyak pengalaman dan pelajaran yang ia terima. Salah satunya tentang karakter dan mental.
 
“Tapi terima kasih Ibu dan Bapak Guru, beliau-beliau inilah pejuang kita. SD menurut saya, ini adalah dasar pondasi yang dituntun harus karakternya dikuatkan. Kalau di SD ini sudah mulai tidak bagus karakternya, saya yakin ke depannya tidak baik juga,” imbuhnya.(afr/s)

Views 2187
Web Statistic