STIE Perbanas Gelar Perkembangan Ekonomi Syariah Jadi Peluang Industri Halal

UMUM | 14 Feb 2020 07:09:58 PM

STIE Perbanas Gelar Perkembangan Ekonomi Syariah Jadi Peluang Industri Halal
Pembicara seminar Chef Herman dalam wawancara dengan media

Jatim Newsroom - Program Studi (Prodi) Sarjana Ekonomi Syariah  STIE Perbanas Surabaya menggandeng Himpunan Mahasiswa Sarjana Ekonomi Syariah (Hima Eksyar) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Revolusi Bisnis Startup Syariah dan Industri Halal di Era 4.0”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Hall A Kampus 1 STIE Perbanas, pada Kamis (13/2). Acara ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, meliputi: dosen, guru ekonomi, mahasiswa, siswa, pelaku , IKM, UMKM Jawa Timur hingga masyarakat umum.

Ketua Pelaksana Seminar, Kemal Imaduddin mengatakan, seminar nasional ini merupakan rangkaian event Sharia Economy Festival 2020. Dirinya menyebutkan alasan tema ini diangkat sebagai langkah konkrit menyikapi potensi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Kata Kemal, dua poin yang ingin dicapai dalam acara tersebut, yakni cara memulai bisnis startup dan industri halal Indonesia. Menurutnya, generasi muda harus bisa berbisnis digital karena sudah menjadi tuntutan di era industri 4.0. Lantas, ia pun ingin halal bukan sekadar menjadi hukum dalam islam. ”Saya pribadi, halal dalam bisnis menjadi budaya sehingga budaya halal akan menjauhkan dari aktivitas maksiat,” terangnya.

Perlu diketahui, berdasarkan Global Islamic Finance Report 2019, Indonesia meraih peringkat pertama dalam mengembangkan ekonomi syariah. Kondisi tersebut berhasil menggantikan posisi Malaysia sebagai negara perintis ekonomi syariah. Untuk itu, narasumber yang dihadirkan pun Ketua Chef Halal Indonesia (Tim Kurator UMKM Halal Bank Indonesia & Konsultan Halal), R. Muhammad Suherman dan CEO Zeniora Edukasi Tehnologi, Moch. Siswan Afandi.

Dalam paparannya, Moch. Siswan Afandi, menjelaskan bisnis digital atau startup pada dasarnya sama naum model bisnisnya saja yang berbeda dan beragam. Pihaknya pun memberikan tips kepada pelajar maupun mahasiswa yang ingin memulai bisnis startup. Hal yang harus dilakukan pertama adalah membentuk sesuai kompetensi masing-masing.

”Kesalahannya, tim yang dipilih biasanya memiliki kompetensi sama. Jadi, saat memulai bisnis membutuhkan biaya lebih untuk meng-huyer orang lain lagi. Ini bisa menambah pengeluran,” jelas Afandi.

Hal lain yang harus dipenuhi bagi pelaku startup ini, meliputi: komitmen, keprofesiolan setiap anggota tim, design thinking, pendanaan, dan lainnya. Lantas, R. Muhammad Suherman menambahkan support pemerintah terhadap industri halal sudah sangat luar biasa. Bahkan, menurutnya peluangnya juga sangat luar biasa.

”Industri halal itu di Indonesia sebenarnya cakupannya luas. Tidak hanya makanan, minuman, fashion, dan lain-lain. Sebenarnya, menyangkut seluruh aspek penunjang gaya hidup itu sangat luas,” tambahnya usai menyampaikan materi.

Dalam wawancara dengan media, Chef Herman menegaskan permintaan terhadap pasar halal sangat luar biasa mengingat mayoritas penduduk di Indonesia adalah muslim. ”Untuk industri halal ini, intinya adalah demand (permintaan,-red) yang paling cocok. Karena demand untuk pasar halal luar biasa karena mayoritas muslim,” pungkasnya. (Ryo/p)

Views 5665
Web Statistic