Seni Mural Ubah Wajah Stren Kali Wonokromo

UMUM | 13 Feb 2018 08:37:00 PM

Seni Mural Ubah Wajah Stren Kali Wonokromo

Foto : Humas Pemkot

Jatim Newsroom- Jika mendengar nama stren kali, ingatan akan tertuju pada kawasan kumuh nan kotor, lengkap dengan bangunan liar yang berdiri tak beraturan di sepanjang jalur, sehingga membuat masyarakat enggan melintas.

Banyak cara yang dilakukan sejumlah daerah untuk menghapus sisi negatif stren kali, salahan satunya seperti yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang mencoba mempercantik stren kali kawasan Jagir Wonokromo dengan sentuhan seni mural.

Kabag Humas Pemkota Surabaya, M Fikser dikonfirmasi, Selasa (13/2/2018) mengatakan, setelah rumah-rumah di kawasan tersebut ditertibkan, Pemkot ingin mempercantik dinding sepanjang 200 meter yang membatasi bagian sisi kali dengan bagian luar melalui sentuhan seni mural.

“Kami ingin mempercantik tempat ini, sekaligus menyediakan wadah bagi komunitas mural Surabaya, agar mereka tidak menggambar di sembarang tempat,” tutur Fikser.

Setelah pengerjaan mural selesai, Pemkot akan melakukan pemasangan lampu, membuat taman dan menanam pohon di sekitar kawasan itu. “Nantinya tempat ini akan menjadi salah satu objek atau spot para pecinta fotografi,” terangnya.

Selain stren kali Jagir Wonokromo, Pemkot akan melakukan hal serupa di beberapa titik yang telah ditertibkan, salah satunya di kawasan Keputran. “Keputran juga akan dibuat lokasi untuk mural,” imbuhnya.

Ditanya mengapa memilih mural, Fikser menjelaskan, mural bukan sekadar seni menggambar dengan media tembok ayau bangunan saja, tetapi seni melukis dengan cat ini memiliki pesan dan nilai seni yang tinggi. Selain itu, mural juga sukai anak muda. “Dibuat foto atau apapun, mural terlihat bagus karena di setiap gambarnya  mengandung berbagai macam motif dan pesan yang kuat bagi semua orang,” terangnya.

Secara terpisah, Koordinator Mural asal Surabaya, Lukman Hidayat menambahkan, pengerjaan mural dimulai pada hari, Rabu (7/2/2018) dan selesai pada, Minggu (11/2/2018) malam. Ada 10 orang yang membantu pengerjaan mural stren kali Jagir Wonokromo. Mereka, lanjut Lukman tergubung dalam satu komunitas bernama Budal Isuk Moleh Sak Karep (BIMS).

“Awalnya ditarget selesai 7-10 hari dan di awal pengerjaan terkendala cuaca hingga hari 3. Tapi alhamdulilah ternyata selesai lebih cepat dari yang diperkirakan,” ungkap Lukman.

Menurut Lukman, mural kali ini mengangkat tema kehidupan di pesisir kali yang meliputi anak-anak, hunian dan juga alam. Khusus kali ini pengerjaan mural untuk mengenang para pahlawan dan masestro seni lukis Indonesia.

“Ada wajah Affandi, Raden Saleh, Basuki Abdullah, Mantan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), aktivis HAM Munir Said Thalib, Sastrawan dan aktivis HAM asal Surakarta Wiji Thukul, pahlawan surabaya Sutomo alias Bung Tomo serta penyanyi kelahiran Jombang Soedjarwoto Soemarsono alias gombloh,” jelasnya.

Setelah merampungkan pengerjaan mural, ke depan, Lukman berharap, muncul warna-warni mural yang lain di Surabaya dengan mengangkat kearifan lokal yang ada di sekitar daerah masing-masing.

Senada dengan Lukman, Tabri (71) salah seorang veteran yang kebetulan melintas di kawasan stren Kali Jagir sangat mengapresiasi kinerja Pemkot Surabaya. Menurutnya, wajah stren kali jagir akan semakin indah di saat pengendara dan pejalan kaki melintas di tepi kali disuguhi lukisan mural yang sarat akan nilai perjuangan.

“Semoga Surabaya mampu menciptakan lingkungan yang asri, bersih dan nyaman bagi warganya dan tidak melupakan jasa para pahlawan,” harap Tabri. (hjr)

Views 258
Web Statistic