Sekdaprov Pimpin Upacara Hari Kesehatan Nasional Ke 55 Tahun 2019

UMUM | 12 Nov 2019 02:13:51 PM

Sekdaprov Pimpin Upacara Hari Kesehatan Nasional Ke 55 Tahun 2019

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov. Jatim), Heru Tjahjono didampingi Kepala Dinas Kesehatan Prov. Jatim, Kohar Hari Santoso saat menyerahkan Piagam Penghargaan, seusai Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke 55 di halaman Kantor Dinas Kesehatan Prov.Jatim., Selasa (12/11) pagi. (Foto :asr-uinsa)

 

Jatim Newsroom - Peringatan Hari Kesehatan Nasional tanggal 12 Nopember tingkat Provinsi Jawa Timur diperingati dengan kegiatan Upacara Bendera yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono yang bertindak selaku Inspektur Upacara.

Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke 55 ini dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Kesehatan Prov. Jatim, Jl. Ahmad Yani Surabaya, Selasa (12/11) pagi, diikuti jajaran Pejabat dan Staf Dinas Kesehatan serta undangan lainnya.

Sekdaprov Jatim, dalam amanatnya yang membacakan Sambutan Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, mengatakan tema Hari Kesehatan Nasional tahun ini adalah Generasi Sehat Indonesia Unggul, sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia dalam kurun lima tahun mendatang, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dikataknnya, sesuai arahan Presiden ini ada dua isu kesehatan yang utama terkait dengan SDM yang berkualitas, yaitu stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sedangkan dua isu kesehatan lainnya yang harus diatasi yaitu tingginya harga obat dan alat kesehatan serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan produksi dalam negeri. "Hal tersebut akan menjadi fokus perhatian kita bersama untuk segera diupayakan solusinya," tulis Menteri Kesehatan yang dibacakan oleh Sekdaprov Jatim.

Menteri Kesehatan mengapresiasi kinerja pejabat sebelumnya yang ditandai peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia dengan salah satu ukurannya adalah bertambahnya usia harapan hidup. Prestasi lain adalah penurunan hampir 10 % angka stunting di Indonesia selama 5 tahun terakhir, juga isu strategis bidang kesehatan lainnya yang telah menampakkan hasil antara lain menurunnya angka kematian ibubdan anak, meningkatnya cakupan imunisasi serta berhasilnya pengendalian penyakit menular dengan menurunnya angka tuberkulosis.

Tantangan besar yang dihadapi dalam penyelenggaraan JKN ini adalah peningkatan pemanfaatan JKN menunjukkan bahwa JKN sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. "Untuk itu mari dicari solusinya untuk mengatasi masalah yang dihadapi JKN dalam memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih adail dan merata," ucap Heru yang mengutip sambutan Menteri Kesehatan.

Tentang program kesinambungan pembangunan bidang kesehatan yang telah dicanangkan sebelumnya, yaitu tiga pilar yaitu paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan dan penyediaan biaya JKN, dengan mengusung kegiatan promotif dan preventif melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga serta  Nusantara Sehat.

Menteri Kesehatan juga telah merencanakan untuk melakukan inovasi dalam percepatan pembangunan kesehatan tanpa harus melanggar peraturan yang ada termasuk tata kelola Badan Pengelola Jaminan Sosial Kesehatan serta penyediaan obat dan alat lokal kesehatan yang murah dan berkualitas. (zul-ubr,asr-uinsa,pno)

Views 6299
Web Statistic