Sekda Jatim Tegaskan Pentingnya Transfer Ketrampilan untuk Keberhasilan Transmigrasi

UMUM | 12 Sep 2019 09:24:53 AM

Sekda Jatim Tegaskan Pentingnya Transfer Ketrampilan untuk Keberhasilan Transmigrasi

Foto; dok.bakorwilmalang

Jatim Newsroom – Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono, menegaskan program transmigrasi dikatakan berhasil jika terwujud perpindahan keterampilan antara penduduk asal dan  stempat atau biasa disebut "transfer ketrampilan". Ini artinya ada percampuran kemampuan antara penduduk pendatang dengan penduduk lokal.

Hal itu disampaikan Sekda Prov. Jawa Timur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Koordinasi (Kabakorwil) Pemerintahan dan Pembangunan III Prov. Jawa Timur di Malang, Benny Sampir Wanto, saat acara Rakor Bidang Ketransmigrasian Dalam Rangka Pemantapan Pelaksanaan Transmigrasi di Jawa Timur, di Hotel Haris Malang, Rabu malam (11/9).

Dengan demikian, lanjutnya,  salah satu tujuan transmigrasi, yaitu terwujudnya peningkatan kesejahteraan  masyarakat pendatang dan penduduk, dapat terwujud.

"Salah satu contoh jenis transfer keterampilan yang perlu dilakukan, yakni keterampilan transmigran Jawa dalam penerapan sistem terasering dan transmigran Bali dalan mengeloka subak pertaniannya," ujarnya.

Menurut Sekda Heru Tjahjono, pelaksanaan program transmigrasi Pemerintah Pusat atau biasa disebut transmigrasi reguler untuk Jawa Timur selalu tercapai 100%. Misalnya, tahun 2017 sebanyak 80 KK (271 jiwa), dan 2018 sebanyak 53 KK (164 jiwa). "Transmigrasi reguler adalah program yang didanai oleh Pemerintah Pusat," tambahnya.

Pada tahun 2019 transmigrasi Jawa Timur dilakukan kepada sebanyak 180 KK yang tersebar ke enam daerah, yaitu Kab. Bulungan, Kalimantan Utara, Kab. Wajo Prov. Sulawesi Selatan, dan Kab. Toli-Toli Prov. Sulawesi Tengah. Juga, ke Kab. Muna dan Kab. Kolaka Timur di Prov. Sulawesi Tenggara, serta Kab. Mamuju di Prov. Sulawesi Barat.

Khusus untuk Kab. Bulungan, selain program transmigrasi reguler oleh Pemerintah Pusat, Pemprov. Jatim juga menyelenggarakan "program transmigrasi khusus", yakni program transmigrasi melalui sharing dana dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Pada tahun 2019 ini, tercatat sebanyak  100 KK transmigran ikut dalam program ini.

Program khusus Pemprov. Jatim itu telah dirintis sejak tahun 2012, dan telah mengilhami dua provinsi lainnya, yaitu Pemprov. Jawa Tengah dan DIY untuk melakukan hal sama. Dalam program ini, juga dibangun jamban keluarga dan sarana air bersih, dengan jumlah KK yang telah ikut bergabung dalam program ini sebanyak 800 KK (2.464 jiwa).

Hadir dalam rakor yang berlangsung selama tiga hari, tanggal 11-13 September 2019 ini, antara lain para pejabat dari Bakorwil I hingga V Prov. Jawa Timur, serta dinas kab/kota yang membidangi ketransmigrasian seluruh Jawa Timur.

Menjadi narasumber dalam kegiatan rakor ini, Donna Liana Sipahutar dari Ditjen. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta Sigit Panoentoen, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan, BAPPEDA Prov. Jatim. (sti)

Views 1967
Web Statistic