Resistensi Antimikroba Ancam Program Ketahanan Pangan

UMUM | 21 Mar 2017 08:19:00 AM

Resistensi Antimikroba Ancam Program Ketahanan Pangan

Istimewa

Jatim Newsroom- Ancaman Resistensi Antimikroba (AMR) menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan ketahanan pangan, khususnya bagi pembangunan di sektor peternakan dan pertanian.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), I Ketut Diarmita, Selasa (21/3) mengatakan, untuk mengendalikan AMR, diperlukan Konsep One Health. Konsep ini memastikan seluruh pemangku kepentingan dilibatkan dalam menyelesaikan masalah secara menyeluruh. Pendekatan One Health mencakup pemikiran bahwa permasalahan yang memberikan dampak kepada kesehatan manusia, hewan dan lingkungan dapat diselesaikan secara efektif melalui komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik diantara para pemangku kepentingan dari berbagai disiplin ilmu dan kelembagaan.

Dikatakannya, AMR dapat ditangani secara sangat efektif melalui pendekatan One Health. Penggunaan antibiotik secara tidak hati-hati baik pada kesehatan manusia maupun agrikultur hanya dapat dikurangi melalui tindakan yang dilakukan bersama-sama secara kolaboratif oleh seluruh sektor terkait: kesehatan manusia, hewan, ikan termasuk juga budidaya air, dan ekosistem serta kesehatan lingkungan.

Terkait hal ini, Ketut menegaskan, Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia, tentu harus dapat berkontribusi dalam pengendalian Resistensi AMR. Kementan sedang memfinalisasikan dokumen Rencana Aksi Nasional Indonesia yang merupakan hasil pemikiran dan konsep bersama dari berbagai sektor yang sejalan dengan 5 tujuan strategi global.

Pertama, meningkatkan pemahaman, kepedulian dan kesadaran terkait resistensi antimikroba. Kedua, memperkuat pengetahuan dan basis data (evidence) melalui surveillans dan penelitian. Ketiga, melakukan upaya pencegahan infeksi yang efektif melalui penerapan higiene, sanitasi,  dan biosecurity. Keempat, mengoptimalkan penggunaan antimikroba. dan kelima, mengembangkan investasi yang berkelanjutan berbasis ketersediaan sumber daya lokal dalam penemuan obat-obatan baru, alat diagnostik, vaksin dan intervensi lainnya dalam upaya pengobatan.

“Kita berharap sebelum Bulan Mei tahun ini kita dapat merampungkan dokumen Rencana Aksi Nasional yang nantinya akan disampaikan pada Pertemuan Kesehatan Dunia," pintanya.

Lebih lanjut, Ketut mengungkapkan, tindakan-tindakan nyata dalam bidang AMR yang akan dan telah dilaksanakan oleh Kementan, melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan antara lain pembentukan Komite Pengendalian Resistensi Antimikrobaa (KPRA) Kementerian Pertanian, melalui Keputusan Menteri Pertanian. Kemudian, pembuatan draf Peraturan Menteri Pertanian Republik Indinesia (PERMENTAN) tentang Pengendalian Resistensi Antimikrobaa di Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Asisten Direktur Jenderal dan Perwakilan Asia-Pasifik, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), Ms. Kundhavi Kadiresan mengucapkan FAO sepenuhnya berkomitmen pada pendekatan One Health. Saat ini FAO sedang mengembangkan inisiatif One Health di tingkat regional; memperluas cakupan penanganannya menjadi tidak hanya pada penyakit zoonosis endemik dan emerging, AMR dan isu keamanan makanan.

"Tapi juga mencoba menemukan cara-cara terbaik untuk mengatasi keterkaitan antara hewan, tumbuhan, dan lingkungan dengan kesehatan dan kesejahteraan manusia, serta perdagangan," sebutnya. (jal)

Views 1651
Web Statistic