Raker APPSI, Soekarwo Berbagi Strategi Sukses Tingkatkan Perdagangan Antar Daerah

UMUM | 07 Dec 2018 08:49:05 AM

Raker APPSI, Soekarwo Berbagi Strategi Sukses Tingkatkan Perdagangan Antar Daerah

Foto : Humas Setdaprov Jatim

Jatim Newsroom  - Gubenur Jawa Timur, H Soekarwo sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi seluruh Indonesia (APPSI) berbagi strategi sukses meningkatkan perdagangan antar daerah yang dilaksanakan di wilayahnya. Berbagi sukses itu disampaikannya dihadapan para gubernur se-Indonesia saat memimpin Rapat Kerja APPSI di Jakarta, Kamis (6/12) siang.

Pakde Karwo mengatakan, melalui strategi yang tepat dan inovatif, perdagangan antar daerah yang dijalankannya meningkat 133,55 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Selain itu, neraca perdagangan antar daerah Jatim juga mengalami surplus sebesar Rp. 164,49 triliun pada tahun 2017, serta surplus Rp. 101,15 triliun pada semester I tahun 2018.“Indonesia adalah negara kepulauan, karena itu, strategi perdagangan yang kami lakukan adalah memperkuat pasar domestik dengan model ekonomi negara kepulauan,” katanya.

Ia menambahkan, implementasi dari strategi tersebut diantaranya adalah membangun 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di 26 provinsi di Indonesia. Tujuannya yakni untuk mendukung dan memfasilitasi kerjasama perdagangan, baik antara pemerintah dengan pemerintah (government to government) atau g to g, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dengan KADIN dalam bentuk business to businesss(b to b).

Untuk government to government, lanjut Pakde Karwo, pihaknya melakukan MoU dengan pemerintah provinsi lain. Isi MoU tersebut berupa pertukaran informasi perdagangan, peningkatan pemasaran melalui KPD, pelaksanaan bidang pemasaran, fasilitasi pelaksananaan misi dagang, dan pelaksanaan kerjasama secara teknis lewat KADIN masing-masing daerah.

“Untuk b to b, dilakukan promosi kegiatan pameran dagang seperti yang dilaksanakan pada hari ini di Hotel Borobudur. Hasilnya sungguh luar biasa, sampai pukul 11.00 WIB sudah tercapai transaksi sebesar Rp. 912 miliar. Kami optimis sampai jam 12.00 WIB nanti akan tercapai transaksi Rp 1 triliun,” lanjutnya melalui siaran pers Humas Setdaprov Jatim.

Strategi berikutnya, sebut Pakde Karwo, adalah melalui kerjasama dengan KADIN dan Cooperative Trading House (CTH) dengan cara memfasilitasi misi dagang ke seluruh Indonesia. Dalam misi dagang tersebut, delegasi Jatim membawa komoditi utama seperti beras, pupuk, buah, sayur, bibit, serta produk olahan makanan dan minuman (mamin). Sedangkan daerah tujuannya memiliki komoditi yang dibutuhkan Jatim, seperti cengkeh, kopi robusta, dan lada.      

“Pada tahun 2018, kami melakukan misi dagang dengan beberapa provinsi, seperti Banten, dengan total transaksi Rp. 1,28 triliun. Kemudian ke Sumatera Utara dengan nilai transaksi Rp. 414 miliar. Tak hanya itu, kami juga mengikutsertakan produk-produk lokal serta UMKM kami untuk ikut berpartisipasi dalam pameran di provinsi lain,” ujarnya.

Strategi selanjutnya adalah melakukan optimalisasi Sistem Informasi Perdagangan Antar Provinsi (SIPAP). Sistem tersebut memberikan input data dan informasi perdagangan antar provinsi. Sedang outputnya adalah memberikan informasi barang masuk-keluar secara real time, sekaligus memetakan potensi dan kebutuhan antar daerah. ”Outcome-nya adalah daerah dapat mengetahui komoditi subtitusi impor bahan baku atau penolong,” katanya.

Ia menambahkan, strategi berikutnya adalah memperkuat ekonomi digital menyambut revolusi industri 4.0. Salah satu langkahnya dengan menghadirkan digital economy smart system, seperti e-raw material untuk memperkuat Smart Industri. Lalu Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (SISKAPERBAPO) untuk memperkuat Smart Perdagangan.

“Kami juga telah membuat marketplace yang berfungsi sebagai bridging IKM Jatim terhadap marketplace berskala nasional, seperti bukalapak. Kerjasama dengan bukalapak juga telah dituangkan dalam MoU, salah satu poinnya adalah untuk meningkatkan kualitas, potensi, dan mengakomodasi produk IKM kami, serta memperkuat UKM ritel di Jatim dengan membuka Warung Bapok,” tambahnya.

Gubernur yang telah memimpin Jatim selama dua periode ini menambahkan, Pemprov Jatim akan terus memperkuat digital marketing bersama bukalapak. “Saat ini sudah ada 1.294 IKM yang menjadi pilot project bersama bukalapak. Kami menargetkan ada 270.000 IKM yang menyusul bergabung. Potensi ekonomi digital ini sangat besar, sebab jumlah UMKM di Jatim mencapai 12,1 juta,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta, H. Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. mengatakan, salah satu upaya peningkatan perdagangan antar daerah dapat dilakukan melalui kerjasama pertukaran informasi terkait ketersediaan komoditas strategis nasional. Informasi tersebut harus tersedia dalam aplikasi yang bisa diakses oleh setiap daerah. 

“Jadi seluruh daerah, mulai provinsi, sampai kabupaten/kota memiliki informasi produksi komoditi, harganya, dan ketersediaannya. Dengan informasi itu, kita bisa dengan cepat mengetahui dan memanfaatkan kelebihan produksi dari suatu daerah untuk dikirimkan ke daerah yang kekurangan. Ini akan sangat membantu untuk mengatasi problem demand and supply yang muncul,” katanya. (put)

Views 9
Web Statistic