Perum Peruri Goes To Campus Gelar Bedah Buku

UMUM | 16 Jun 2016 12:09:40 PM

Perum Peruri  Goes To Campus Gelar Bedah Buku

foto : Lukman JNR

Jatim NewsroomPerusahaan Umum (Perum) Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) Goes to Campus menggelar bedah buku di Aula Garuda Mukti Universitas Airlangga (Unair), Rabu (15/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari program respon sosial (CSR) dan wujuda peduli pendidikan.

Direktur Utama (Dirut) Perum Peruri, Prasetio mengatakan, tiga buku karyanya yang akan dibedah merupakan catatan selama menjadi eksekutif pada perusahaan yang dipimpinnya. Buku pertama berjudul “Dilema BUMN” merupakan kumpulan catatan dalam mengambil keputusan. Buku kedua, berjudulIt Goes Without Sayingberisi  tentang kedisiplinan terhadap proses, sementara buku yang ketiga berjudulOut of Comfort Zonemengarah pada pengembangan strategi.

“Saya mulai berfikir bahwa sejak saya masuk ke dunia BUMN, saya mulai catat segala kebijakan yang saya ambil, ini antisipasi jika ada panggilan sewaktu-waktu jadi catatan ini bisa membantu saya,” tutur Prasetio.

Rektor Unair, Prof Moh Nasih mengungkapkan kunjungan Peruri ke Unair dengan mengadakan bedah buku merupakan kegiatan yang sudah menjadi iklim akademik di Unair. Nasih juga menyinggung bahwa pelaksanaan kegiatan yang bertepatan di Bulan Suci Ramadhan ini merupakan bagian yang istimewa, mengingat di dalam buku yang akan di bedah juga terdapat bagian catatan mengenai momentum Ramadhan dan Idul Fitri. “Dalam buku tersebut juga sedikit diulas mengenai Ramadhan sebagai bulan interopeksi dan Idul Fitri sebagai semangat melayani dan perubahan,” jelasnya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair tersebut menambahkan dengan adanya kegiatan bedah buku harapannya bisa menjadi inspirasi bagi civitas akademika Unair, baik dosen maupun mahasiswa. Menurutnya, jika direktur yang sibuk dengan segudang urusan bisa menerbitkan buku, dosen harusnya bisa melakukan hal lebih. “Jika yang bukan dosen bisa menerbitkan buku, apalagi kita harusnya bisa terus berkarya, karena sebaik-baik warisan bagi akademisi adalah buku,” tegas Nasih.

Tiga panelis yang hadir untuk membedah buku karya Prasetio diantaranya Agus Widyantoro, perwakilan Fakultas Hukum Unair membedah buku “Dilema BUMN”. Panelis kedua, yakni  Gancar C. Premananto, Ketua Program Studi Magister Manajemen Unair  membedah buku  berjudul “It Goes Without Saying” sementara pembedah buku “Out of Comfort Zone” adalah Falih SuaediDekan Fisip Unair. (luk)

Views 850
Web Statistic