Peringati HAM, Ubaya Gelar Diskusi Gagas Perlindungan Hukum Era Millenial

UMUM | 03 Dec 2019 07:57:00 PM

Peringati HAM, Ubaya Gelar Diskusi Gagas Perlindungan Hukum Era Millenial

Jatim Newsroom- Memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Ke-71, Universitas Surabaya (Ubaya) mengundang tujuh praktisi hukum bahas perlindungan dan penegakan HAM di era milenial dalam talkshow bertajuk “Bunga Rampai Hak Asasi Manusia dan Tantangannya Di Era Milenial (Gema HAM dari Timur Jawa di Bumi Pertiwi)”. Acara ini diprakarsai oleh Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Ubaya,Selasa (3/12).

Dr. Sonya Claudia Siwu, S.H., M.H., LL.M. selaku Ketua Pelaksana Acara sekaligus Ketua Pusham Ubaya menuturkan bahwa perayaan hari HAM merupakan momentum yang memperkuat komitmen bersama pemerintah khususnya pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama masyarakat dalam mendukung hak asasi manusia. Kegiatan ini bertujuan mengajak seluruh peserta yang hadir memberikan kontribusi pemikiran untuk mencari solusi terkait isu-isu HAM yang masih sering terjadi di masyarakat.

“Hak Asasi Manusia bersifat universal dan melekat dalam diri setiap manusia. Era milenial dengan segala problematikanya memberikan tantangan baru bagi tegaknya Hak Asasi Manusia. Apapun itu, harkat dan martabat manusia adalah yang utama. Hak Asasi Manusia adalah kewajiban asasi bagi setiap manusia untuk mewujudkan, memperjuangkan, dan mempertahankannya. Melalui kegiatan ini, peserta yang hadir menjadi paham bagaimana kesiapan unsur-unsur di masyarakat bersama dengan pemerintah dalam mengantisipasi dan menghadapi tantangan dalam perlindungan dan penegakan HAM di era milenial tanpa harus diwarnai dengan tindakan kekerasan,” jelas Sonya.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Rektor Ubaya, Ir. Benny Lianto, MMBAT, Ketua Yayasan Ubaya sekaligus Pendiri Pusham Ubaya, Anton Prijatno, S.H. dan Kepala Biro Hukum Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Jempin Marbur, S.H., M.H. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan talkshow yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas mengenai perlindungan dan penegakan HAM di era milenial yang bebas dari tindak kekerasan. Kemudian pada sesi berikutnya membahas mengenai perlindungan dan penegakan HAM pekerja di era revolusi industri 4.0.

Talkshow ini diikuti oleh seluruh civitas akademika Ubaya dan umum yaitu jajaran pemerintahan, akademisi/pendidik, siswa/mahasiswa, para aktivis HAM, organisasi masyarakat sipil pegiat HAM, budayawan, pengusaha, dan advokat. Disamping itu, Pusham Ubaya juga turut mengundang kelompok difabel dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang dirayakan bertepatan dengan tanggal 3 Desember.

Sembilan praktisi hukum yang hadir sebagai narasumber atau pembicara berasal dari latar belakang yang berbeda yaitu Irham Saifuddin selaku Programme Officer ILO (Internasional Labour Organization) Country Office for Indonesia and Timor Leste, Mohammad Choirul Anam selaku Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Asfinawati, S.H. selaku Ketua Umum YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), Dr. Herlambang P. Wiratraman, S.H., M.H. selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Dr. Himawan Estu Bagijo, S.H., M.H. selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kantor Wilayah Jawa Timur, Dodo Suharto, S.H., Ak., MBA., CA., selaku Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, dan Dr. Hj. Hesti Armiwulan, S.H., M.Hum., selaku Dosen HAM Fakultas Hukum Universitas Surabaya. Dialog interaktif antara narasumber dan peserta dipandu secara langsung oleh Agnes Santoso, S.H. selaku News Anchor SBO TV sebagai moderator acara.

Selain talkshow, acara akan dimeriahkan dengan adanya atraksi kesenian dan budaya dari Unit Kesenian Karyawan Tari Ubaya dan Unit Kesenian Musik Karyawan Ubaya. Acara ini diharapkan dapat menjadi daya penggerak atau momentum dari pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dengan Pusham Ubaya serta stakeholders sebagai tanda komitmen dalam mendukung Hak Asasi Manusia.

“Saya berharap pemerintah beserta jajarannya, organisasi masyarakat sipil, pengusaha, budayawan, advokat, jurnalis, kaum minoritas, kaum perempuan, pemuda, kelompok ekonomi lemah, kelompok difabel, serta masyarakat adat yang hadir hari ini agar lebih berani turut ambil bagian dalam penegakan HAM. Selamat memasuki era milenial yang berbasis Hak Asasi Manusia,” tutup Sonya.(mad)

Views 6809
Web Statistic