Pemprov Jatim Awali Pelaksanakan Vaksinasi Covid-19 di Grahadi 14 Januari 2021

UMUM | 14 Jan 2021 05:22:49 AM

Pemprov Jatim Awali Pelaksanakan Vaksinasi Covid-19 di Grahadi 14 Januari 2021

(kiri ke kanan) Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Joni Wahyuadi, (kedua) Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono saat memberikan keterangan, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (13/1/2021).

Jatim Newsroom,- Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memulai pelaksanaan pemberian vaksin Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, pada Kamis (14/1/2021).
 
"Saya menyampaikan arahan Gubernur bahwa Kamis pagi untuk vaksin yang dilakukan pertama adalah dilaksanakan di Grahadi, jadi ini memang setelah beberapa hari dipertimbangkan untuk bisa memberikan informasi pada masyarakat," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono, saat konferensi Pers di Gedung  Negara Grahadi, Rabu (13/1/2021).
 
Ia mengatakan, tujuan pelaksanaan vaksin di Gedung Negara Grahadi dimaksudkan agar proses tahapan-tahapan pelaksanaan vaksinasi nanti bisa dilihat oleh masyarakat. Namun pihaknya tetap akan menyiapkan berbagai kelengkapan medis untuk keselamatan calon penerima vaksin Covid-19.
 
"Meskipun di Grahadi, segala SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk keamanan pada masyarakat atau calon penerima vaksin tetap disiapkan baik ICU atau apapun yang jadi kelengkapan vaksinasi tetap disiapkan," tambahnya.
 
Direktur Umum RSUD Dr Soetomo Surabaya,  dr Joni Wahyuadi menjelaskan, dalam proses pelaksanaan pemberian vaksin Covid-19 yang pertama di Jatim, pihaknya telah menyiapkan empat meja tahapan, yaitu untuk proses tahapan pendaftaran, pengecekan kesehatan, vaksinasi dan pemeriksaan pasca vaksinasi.
 
"Jadi segala proteksi kemungkinan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) sudah kita antisipasi, dibelakang itu ada mini ICU, kemudian kita juga sediakan ambulance, walaupun angka kejadian kecil, namun keamanan perlu kita waspadai,"ujarnya.
 
Terkait siapa saja yang akan disuntik vaksin, dr Joni menjelaskan, pihaknya masih menunggu keputusan dari kementerian kesehatan. Karena data penerima vaksin pertama ada di kementerian kesehatan, " Yang bersangkutan mendapat tiket, setelah registrasi, dan langsung via sms beliau-beliau, dari situ nanti kita cocokkan," ujarnya.
 
Sesuai dengan penjelasan Balai Penelitian Obat dan Makanan (BPOM) jenis vaksin yang nanti diberikan nanti tingkat effesiensinya cukup tinggi.
 
"Vaksin yang dipakai ini angka efektifitasnya  sudah 65,3 persen, itu lumayan bagus, beliau (BPOM) memberi syarat 50 persen, dan clinical trial ketiga mencapai 63 persen, lumayan, kemudian dikenalinya vaksin tersebut dalam tubuh mencapai 99 persen, Insya Allah lebih aman dari vaksin-vaksin yang lain,"ujarnya. (Agung/Mad).


 

Views 6380
Web Statistic