Pemerintah Ingatkan Pentingnya Inovasi Pelayanan Publik Berkelanjutan

UMUM | 19 May 2017 08:38:18 AM

Jatim Newsroom– Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  (Kemenpan RB) mengingatkan seluruh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, memperhatikan aspek berkelanjutan saat merumuskan inovasi pelayanan publik. 

“Setiap inovasi yang telah diciptakan harus dapat berkelanjutan dan dapat direplikasi oleh daerah lainnya. Hal ini perlu menjadi perhatian semua kepala daerah,” kata Staf Ahli Menpan RB Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah M Sadiq Pashadigu saat membacakan sambutan Sesmenpan RB Dwi Wahyu Atmaji  pada pembukaan Gelar Pameran dan simposium pelayanan publik Jawa Timur 2017, Kamis (19/5) kemarin di Gelora Joko Samudro, Kabupaten Gresik.

Secara khusus, ia mengapresiasi upaya Provinsi Jawa Timur yang telah terbukti konsisten melahirkan inovasi pelayanan publik. Terlebih jumlah inovasi pelayanan publik Jatim terus meningkat dan mengalami kemajuan. “Tidak salah jika Menpan RB menyambut baik kerja keras Jawa Timur,” ungkapnya. 

Ia berpandangan, perkembangan zaman yang semakin pesat membuat pelayanan publik tidak bisa hanya mengandalkan cara konvensional. Unsur teknologi informasi harus turut disertakan agar lebih cepat, efesien dan mudah.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Akhmad Sukardi mengatakan untuk meningkatkan kualitas Pelayanan Publik bukan sesuatu yang mudah. Namun berkat tekad yang kuat, dukungan dari masyarakat dan juga stakeholder terkait maka prestasi dapat diraih.

Hingga saat ini, sambungnya, Pemprov Jatim terus mendorong setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat melahirkan beragam inovasi pelayanan publik. Jawa Timur menganggap kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang prima sangat dibutuhkan. 

“Kalau kualitas pelayanan publiknya sudah baik maka dapat menberikan banyak efek, seperti datangnya investor kedaerah tersebut, dengan adanya investor pengangguran berkurang, dan pertumbuhan ekonomi pun akan semakin baik lagi,” jelasnya.

Pada simposium pelayanan publik, disampaikan sejumlah materi dari beberapa inovator Top 35 Pelayanan Publik 2016. 

Adapun narasumber yang diundang antara lain Walikota Makassar, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Bupati Bangka, Kepala Dinas PMPTSP Sidoarjo, Sekda Kabupaten Pinrang, Kepala Dinas PMPTSP Kota Palembang, Bupati Gresik, Wakil Walikota Surakarta, dan Walikota Denpasar.

Selain itu, juga akan disampaikan mengenai perspektif kebijakan pelayanan publik oleh Plh. Deputi Bidang Pelayanan Publik M. Imanuddin, sedangkan dari perspektif akademik diberikan oleh Dosen Universitas Brawijaya sekaligus Tim Panel Independen Wawan Sobari dan Sekda Provinsi Jawa Timur memberikan materi mengenai implementasi kebijakan. (luk)

Views 485
Web Statistic