UMUM


 
   
 

Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs Saifullah Yusuf menyambut baik usulan kepala desa agar bisa mengelola dan memiliki anggaran sendiri, sehingga bisa membangun dan menyempurnakan wilayahnya dengan baik. Hal itu disampaikannya  saat menutup Musyarawah Daerah (Musda) I Asosiasi Kepala Desa (AKD) di Hotel Utami Sabtu (17/4).
Menurut Wagub, AKD merupakan bagian dari dinamika politik di Indonesia, karena kepala desa memiliki fungsi yang sama dengan pemerintah. Dia mencontohkan, kepala desa dapat menentukan anggaran pendapatan belanja desanya secara mandiri. ”Dengan adanya anggaran pembelanjaan, kepala desa harus mampu memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Kepala Desa juga perlu melakukan evaluasi dan inovasi pelayanan masyarakat,” ujar Wagub melalui Rilis Biro Humas Setdaprov Jatim, Selasa (20/4). (sti)

 
 

Dalam rangka merayakan Hari Kartini,  Centre Culturelef de Corporatalon Linguistigue (CCCL) atau Pusat Kebudayaan Prancis Surabaya menggelar pameran foto, pemutaran film, dan diskusi di kantor CCCL  Jl Darmokali 10 Surabaya, 19 – 21 April 2010
    Atase press CCCL, Pramenda Khrisna di kantornya, Selasa (20/4) mengatakan, negara Prancis sangat menghormati Kartini sebagai tokoh perempuan Indonesia pertama yang memperjuangkan hak-hak perempuan hingga bisa seperti sekarang. Jika bukan karena tokoh ini, lanjut Khrisna perempuan Indonesia akan sulit berkembang mengikuti kemajuan zaman.
Di kegiatan ini, lembaga binaan Kedutaan Prancis menggandeng Yayasan Hotline Surabaya (YSH). Pada pameran foto dan produk akan dipamerkan berbagai kerajinan rajut Myra karya para perempuan dari kelompok kerja yang terdiri dari pengrajin, relawan dan didukung oleh staf manajemen, pendidik dan pengembang produk, binaan YHS. Selama pameran, akan ada sesi demonstrasi pembuatan kerajinan. (hjr)

 
 

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Surabaya mengoperasikan KM Egon jenis RoRo untuk rute Semarang-Banjarmasin-Surabaya-Banjarmasin. Kapal ini diharapkan mampu menjaring masyarakat khususnya pedagang kawasan timur.
"Sejak bulan lalu, KM Egon tiap dua minggu sekali melayani penumpang rute Surabaya-Banjarmasin. Hingga sekarang okupansinya cukup bagus, mencapai 75%. Dalam waktu empat bulan akan dievaluasi, jika respons pasarnya bagus, bisa saja ditingkatkan menjadi seminggu sekali," ujar General Manager PT Pelni Surabaya, John M Sihombing di Surabaya, Selasa (20/4).
Dia menjelaskan, kapal ini akan beroperasi setiap dua pekan sekali. Sementara itu, kapal yang berkapasitas 500 penumpang dan 30 kendaraan tersebut sedang dalam tahap ujicoba selama empat bulan. KM Egon ini buatan tahun 1991, dengan spesifikasi 4.651 GRT, panjang 94,30 meter, dan lebar 16 meter. “Operasional kapal ini, Pelni menyiapkan 50 kru dalam KM Egon untuk melayani para penumpang, dengan sejumlah fasilitas seperti cafetaria, CCTV, dan air yang tidak dibatasi,” tuturnya. (ris)

 
 

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Among Margono SE resmi menutup kegiatan Latihan SAR Laut tahun 2010 di Pusat Latihan (Puslat) Operasi Laut (Opsla) Kolatarmatim Ujung Surabaya, Senin (19/4) sore.
Latihan SAR di laut yang digelar selama sepekan tersebut, bertema “Dengan Latihan SAR di Laut Tahun 2010, Koarmatim Meningkatkan Profesionalisme, Ketanggapsegeraan Personel dan Alutsista Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Pencarian dan Penyelamatan di Laut”. (hjr)

 
 

Banjir yang menggenangi Jalan Raya Porong mulai dari exit tol Porong hingga sepanjang 100 meter dengan ketinggian 30 cm mengakibatkan kemacetan jelang entrance dan exit tol Porong. Bahkan macet hingga mencapai daerah Kejapanan.
Humas Bapel BPLS, Akhmad Kusairi, saat dikonfirmasi, Senin (19/4) mengatakan, kemacetan ini sudah terjadi sejak pukul 05.30 pagi. Sampai siang ini, masih ada antrian kendaraan di Jalan Raya Porong. Hujan yang cukup deras pada Minggu (10/4) menyebabkan genangan air selutut orang dewasa di exit tol Porong.
Ada 4 pompa Bapel BPLS yang sudah disiagakan, tiga pompa Ebara dan satu Pompa Cilicis. Keempat pompa tersebut memiliki kapasitas 250 liter per detik, sehingga jika ditotal kemampuan empat pompa tersebut bisa mencapai 1.000 liter per detik.
“Keempat pompa sudah menyedot air kemudian dialirkan ke saluran drainase, kemampuan empat pompa ini diharapkan bisa mengurangi genangan air yang ada di exit tol Porong” katanya.(raa)

 
 

Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (BPPKB) Jawa Barat mendatangi kantor BPPKB Jatim guna study banding. Pihak BPPKB Jabar merasa perlu mempelajari program-program yang disusun BPPKB Jatim dimana selama empat kali berturut-turut menerima penghargaan Parahita Ekapraja.
Kepala Bidang Kelembagaan Pengarus Utamaan Gender dan Pengarus Utamaan Anak BPPKB Jatim, Dra DK Wardhani Danu Kusumo, MM, di kantornya, Senin (19/4) mengatakan, sebelumnya BPPKB Jabar meminta sharing ke BPPKB Jatim guna mengetahui program-program yang diterapkan sehingga berhasil terutama dalam kesetaraan gender.
“Keberhasilan Jatim untuk mempertahankan penghargaan terkait kesetaraan gender ini untuk kali keempat merupakan prestasi yang harus dipelajari bagaimana rahasia suksesnya. Itu karena Jabar belum pernah mendapatkan penghargaan Parahita Ekapraja,” ujarnya.(raa)

 
 

Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur belum mengantongi data pasti berapa siswa yang tidak mengikuti Ujian Nasional (UN) utama maupun susulan.
Kepala Dispendik Jatim, Suwanto MSi di Surabaya, Senin (19/4) mengatakan, dari 139.387 peserta UNAS SMK tercatat 663 siswa tidak mengikuti UN utama dan hanya 78 siswa yang mengikuti UN susulan. Artinya, ada 585 siswa yang dipastikan tidak lulus. Sedangkan di tingkat SMP sebanyak 386.934 peserta UN tercatat 2.895 siswa tidak ikut UN utama dan hanya 111 siswa yang mengikuti UN susulan. (dra)

 
 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta kepada Bea Cukai Type Madya Pabean Tanjung Perak untuk memusnahkan cengkeh dan tembakau impor yang tidak dilengkapi surat izin.
            Anggota Komisi A DPRD Jatim, Akhmad Jabir, usai sidak di Bea Cukai, Senin (19/4) menjelaskan, seharusnya barang yang tidak mempunyai izin ditahan di Tanjung Perak. Tetapi Bea Cukai justru memindahkan barang tersebut di tiga gudang, terutama gudang milik PT Gudang Garam. ”Kok berani-beraninya Bea Cukai memindahkan cengkeh dan tembakau impor ke Kediri (gudang PT Gudang Garam. Padahal seharusnya disimpan di tempat penampungan sementara,” tegasnya.
Menurut dia, upaya pemindahan barang impor tersebut diduga ada upaya melegalkan barang illegal. Sebab, surat izin boleh diurus jika barang telah sampai di tempat tujuan. Padahal sesuai aturan, sebelum barang diimpor, importir harus mengurus izin. Otomatis barang yang telah masuk di Surabaya dapat dikatakan penyelundupan, karena dapat merugikan negara. (adi)

 
 

Guna menutupi kerugian operasional akibat penurunan tarif hingga 50% karena masyarakat lebih memilih Jembatan Surabaya-Madura, kalangan pengusaha Kapal Feri mengajukan kepada Pemerintah Provinsi Jatim untuk mendapatkan fasilitas public services obligation (PSO) dengan nilai Rp 20-25 juta per unit kapal atau Rp 54 miliar setahun.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Mahdi, di Gedung DPRD Jatim, Senin (19/4) mengatakan, dewan siap membahas keinginan kalangan dunia usaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Jatim. Ini mengingat alokasi dana PSO itu akan diambilkan dari APBD provinsi itu.
“Komisi D akan membahas bila Pemprov serius mengajukan konsep PSO berdasarkan usulan Gapasdap. Ini kan menggunakan dana APBD maka pasti akan dikaji lebih dulu, tentunya terkait kemampuan anggaran serta besaran yang tepat bila PSO disetujui,” tegasnya. (adi)

 
 

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Prov Jatim), Drs H Imam Haromain meminta pejabat eselon yang baru saja dilantik segera menyesuaikan dengan pekerjaan yang baru dijabatnya.
    Mutasi ini dilakukan untuk memberikan penyegaran pada instansi yang dipimpinnya. Diharapkan dengan penyegaran ini dapat menjadikan kinerja di Kemenag lebih baik.
    Sebelas pejabat yang menempati tempat baru, yakni Dr H Fatchul Arief MPd menjadi Kepala Subbag Hukmas KUB Bagian tata Usaha Kanwil Kemenag yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kepegawaian Madya Iva. Drs H Sutarno Pertowiyono yang sebelumnya Kepala Seksi Pendidikan Keagamaan pada Bidang Pekapontren menjadi Kasi Pengembangan Santri Bidang Pekapontren.(oby)

 

 

Web Statistic