Naiknya Harga Rokok Sumbang Inflasi di Madiun

UMUM | 03 Dec 2019 06:55:52 PM

Naiknya Harga Rokok Sumbang Inflasi di Madiun

Jatim Newsroom - Inflasi Kota Madiun pada November 2019 tercatat sebesar 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,56 salah satunya disumbang oleh naiknya harga rokok. Angka itu sekaligus menempatkan Kota Madiun di urutan ketujuh dari delapan kota penghitung inflasi di Jatim.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Umar Sjaifudin mengatakan, inflasi pada November 2019 di Kota Madiun mayoritas disebabkan adanya kenaikan harga rokok berbagai macam merk. Bahkan, kenaikannya memiliki andil sekitar 0,08 persen.

Kata dia, kenaikan harga itu kemungkinan disebabkan karena pemerintah akan menaikkan cukai hasil tembakau di awal tahun 2020. Dampaknya, produsen mulai menaikkan harga, agar pada Januari nanti kenaikan harga jual rokok tidak terlalu signifikan.

Komoditi rokok penyumbang inflasi tertinggii di bulan November. Memang sejak September terjadi kenaikan harga rokok walaupun nilainya kecil. Baik rokok kretek filter, rokok putih maupun rokok kretek. Andilnya kalau digabung sekitar 0,08 persen, jadi separo dari inflasi Kota Madiun sebesar 0,16 persen. “Tentunya ini berkaitan dengan awal Januari pemerintah menaikkan cukai rokok, sehigga oleh produsen harga rokok dinaikkan," ujar Umar, Selasa (3/12).

Menurutnya selain harga rokok, sejumlah komoditas utama penyumbang inflasi diantaranya adanya kenaikan harga pada bawang merah, tomat sayur, telur ayam ras dan beras. Sedangkan komoditas penekan inflasi diantaranya, menurunnya harga daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, pisang dan emas perhiasan.

Seperti diketahui, inflasi Kota Madiun pada November dibawah inflasi Jawa Timur sebesar 0,23 persen dan diatas nasional sebesar 0,14 persen. Adapun dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jatim, seluruhnya mengalami inflasi. Tertinggi terjadi di Sumenep 0,41 persen.

Disusul Kediri 0,38 persen, Probolinggo 0,31 persen. Selanjutnya Jember dan Surabaya masing-masing 0,28 persen, Banyuwangi 0,22 persen, Madiun 0,16 persen dan Malang 0,01 persen. (Ryo/p)

Views 6494
Web Statistic