Menaker : Budaya K3 Bagian Integral Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing

UMUM | 12 Jan 2018 09:28:11 AM

Menaker : Budaya K3 Bagian Integral Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing

foto; Pno JNR

Jatim Newsroom - Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri, menyatakan penerapan Kesehatan dan keselamatan Kerja (K3) secara menyeluruh merupakan bagian integral pembangunan nasional untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
 
"Semua pihak harus turun tangan dan aktif untuk bekerjasama agar budaya K3 benar-benar terwujud di setiap tempat kerja dan lingkungan masyarakat umum,"  katanya saat menjadi Inspektur Upacara peringatan Bulan Kesehatan dan keselamatan Kerja (K3) Nasional di Gedung Negara Grahadi, Jumat, (12/1).
 
Ia menjelaskan pemerintah hingga saat ini masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Di antaranya,  jalan tol, fasilitas kereta api, jembatan dan fasilitas transportasi lain baik udara, darat maupun laut. “Program pembangunan tersebut harus didukung oleh penerapan K3 agar pelaksanaannya jangan sampai menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja,” tuturnya.
 
Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, sambung Hanif, menimbulkan kerugian material, korban jiwa dan gangguan kesehatan bagi pekerja. Selain itu, juga dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh bahkan merusak lingkungan yang akhirnya berdampak kepada masyarakat luas. 
 
Menurutnya, salah satu penyebab kecelakaan kerja adalah belum optimalnya pengawasan, pelaksanaan K3 dan perilaku K3 di tempat kerja. Untuk itu, perlu dilakukan upaya yang nyata untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja secara optimal.
 
Hanif menyebut berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan jumlah kasus kecelakaan kerja terus menurun. Tahun 2015  terjadi kecelakaan kerja sebanyak 110.285 kasus, sedangkan tahun 2016 sejumlah 105.182 kasus, sehingga mengalami penurunan sebanyak 4,6%. Sedangkan sampai Bulan Agustus tahun 2017 terdapat sebanyak 80.392 kasus.
 
Diungkapkannya, pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga, masyarakat industri berkewajiban untuk berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing untuk terus menerus melakukan berbagai upaya dibidang K3. Kementerian  Ketenagakerjaan (Kemnaker) sebagai leading sektor atau pemegang kebijakan nasional tentang K3, sangat mengharapkan dukungan semua pihak untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan K3.
 
Upacara Peringatan Bulan K3 Nasional juga dihadiri Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Kepala Disnakertrans Jatim, Setiajit, Kapolda Jatim, Machfud Arifin, ratusan buruh dan pengusaha.  Pemprov Jatim memberikan penghargaan kepada bupati/walikota, pekerja dan perusahaan yang dianggap sukses dalam menekan angka kecelakaan kerja. (luk,UPN/s) 

Views 582
Web Statistic