Komnas PA Anggap Teror Libatkan Anak Kandung Adalah Modus Baru

UMUM | 16 May 2018 06:20:21 PM

Komnas PA Anggap Teror Libatkan Anak Kandung Adalah Modus Baru
Foto : afr jnr

Jatim Newsroom - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, menganggap peristiwa teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo ini adalah salah satu modus baru di dunia. Hal itu disampaikannya saat jumpa pers di Media Center Mapolda Jatim, Rabu (16/5).

"Bukan hanya di Indonesia, tetapi di dunia. Dimana para pengantinnya ini justru anak kandungnya sendiri. Ini modus baru untuk mengelabui warga setempat. Apalagi yang tinggal di pemukiman," tambah Arist.

Ia berharap kepada aparat keamanan untuk mendeteksi kejadian seperti itu. Fungsi intelijen dapat dimanfaatkan untuk mengetahui sejak dini sebelum terjadi peristiwa teror bom. Komnas Perlindungan Anak, lanjut Arist, mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai kejadian teror yang melibatkan anak-anak.

"Dapat kita simpulkan bahwa anak-anak ini sudah tidak lagi sama seperti pergaulan orang dewasa atau teman sebayanya. Karena mereka tidak ikut dalam kegiatan sosial. Melainkan pergaulannya sudah tidak normal dan tidak seperti biasanya," ucapnya.

Arist menerangkan, anak-anak ini tidak bisa dijerat UU Anti Terorisme. Sebab tidak dibenarkan untuk menghukum anak, sekalipun dia melakukan tindak pidana, dan dihukum pidana lebih dari 10 tahun.

Apalagi kalau misalnya dalam kejadian ini tiga keluarga mengajak anak dan dipaparkan dengan paham paham radikalisme serta ujaran kebencian. Maka oleh Komnas Perlindungan Anak, anak itu adalah korban bersama dengan orang tuanya.

"Mereka adalah korban. Oleh karena itu ada pendekatan-pendekatan penyelesaian korban teror bom dengan cara Komnad Perlindungan Anak," pungkasnya. (afr/s)

Views 1352
Web Statistic