Kenaikan Harga Beras Picu Inflasi di Madiun

UMUM | 07 Dec 2018 08:47:50 AM

Kenaikan Harga Beras Picu Inflasi di Madiun

Jatim Newsroom – November, di Kota Madiun mengalami inflasi sebesar 0,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 131,76. Inflasi di Madiun dipicu oleh kenaikan harga beras 2,25 persen dengan memberikan kontribusi sebesar 0,0889 persen, besi beton, bawang merah, daging ayam ras dan bensin.

"Harga beras terpantau sudah fluktuatif sejak minggu pertama di November. Meski kenaikannya hanya sebesar 2,25 persen, namun hal itu sudah cukup signifikan untuk mengerek laju inflasi karena beras merupakan penimbang terberat dari sejumlah komoditas yang dipantau terkait bahan pangan," Kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Firman Bastian melalui rilis, Kamis (6/12).

Disamping beras, komoditas lainnya yang memicu terjadinya inflasi adalah besi beton, bawang merah, daging ayam ras, bensin, mobil, wortel, pisang, telur ayam ras, dan rokok kretek filter.

Menurut Firman, inflasi di Kota Madiun terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen pada enam dari tujuh kelompok pengeluaran. Yakni, kelompok bahan makanan tercatat terjadi inflasi sebesar 0,91 persen; kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,33 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,36 persen; dan pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen.

Disamping kelompok sandang sebesar 0,15 persen; dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,17 persen. "Sementara yang mengalami deflasi adalah kelompok kesehatan sebesar -0,36 persen yang dipicu oleh menurunnya harga obat," tuturnya.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil menekan laju inflasi di antaranya adalah, obat dengan resep, nangka muda, bawang putih, sawi hijau, anggur, semangka, minyak goreng, kol putih, buah pir, dan tongkol pindang.

Delapan kota penghitung inflasi nasional di Provinsi Jawa Timur, semua kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Kediri sebesar 0,40 persen, diikuti Kota Malang sebesar 0,37 persen, Kota Probolinggo sebesar 0,35 persen. Kemudian Kota Madiun sebesar 0,34 persen, Kabupaten Jember sebesar 0,27 persen, Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,26 persen, Sumenep sebesar 0,24 persen, dan inflasi terendah terjadi di Kota Surabaya sebesar 0,21 persen.

Selama November 2018, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,27 persen. Sementara inflasi Kota Madiun 0,34 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi Jawa Timur. Diharapkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun bertindak maksimal agar inflasi di daerah Kota Madiun pada Desember dapat ditekan semaksimal mungkin. (ryo/p).

Views 693
Web Statistic