Kadishub Jatim : Program Mudik Gratis di Jatim Terbesar di Dunia

UMUM | 12 Jun 2018 04:02:42 PM

Kadishub Jatim : Program Mudik Gratis di Jatim Terbesar di Dunia

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Wahid Wahyudi, menyalami pemudik saat pemberangkatan mudik bareng gratis di halaman kantor Dishub Prov Jatim Jl A Yani Surabaya, Selasa (12/6). Foto : henry JNR

Jatim Newsroom- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur pagi tadi telah memberangkatkan pemudik, baik menggunakan moda kereta api, bus maupun kapal laut. Bahkan, Mudik gratis di Jatim diklaim sebagai mudik bareng gratis terbanyak di dunia dengan total menyediakan 208.203 seat atau kursi melalui tiga moda transportasi bus, KA dan kapal laut.

"Program ini rutin, tahun ini terbanyak melayani mudik dan balik, baik menggunakan bus, kapal laut, dan kereta api. Bahkan mudik dan balik ini tidak hanya terbesar di Indonesia, tapi juga terbesar di dunia. Total ada 926 bus, 560 dari pemerintah Jatim dan 366 dari pihak swasta, dan di daerah lain jumlahnya tak sebanyak ini," ujar Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Wahid Wahyudi, kepada wartawan ditemui disela-sela pemberangkatan mudik bareng gratis di halaman kantor Dishub Prov Jatim Jl A Yani Surabaya, Selasa (12/6).

Melalui program mudik bareng gratis ini, kata dia, masyarakat Jatim bisa merasakan pulang ke kampung halaman dengan nyaman. Mudik gratis ini juga telah melayani berbagai berbagai rute, bahkan hingga rute di kepulauan terpencil.

Selain itu, katanya, Pemprov Jatim menyediakan mudik gratis dengan kereta api berbagai jurusan, seperti Surabaya-Kertosono, Surabaya-Kertosono-Blitar, Surabaya-Malang, Surabaya-Malang-Blitar, Sidoarjo-Bojonegoro, Malang-Banyuwangi dan Surabaya-Banyuwangi.

Tidak itu saja, tambahnya, juga ada mudik gratis dengan kapal laut bagi masyarakat di kepulauan yang rutenye labih banyak dibandingkan tahun lalu, dari tiga tujuan menjadi lima tujuan. Rutenya yaitu Gresik-Pulau Bawean, Surabaya-Masalembo, Pulau Kangean-Kalianget, Pulau Ra'as-Jangkar Sapudi, dan Banyuwangi-Pulau Sapeken.

Menurut dia, masyarakat kepulauan juga menjadi perhatian karena jika tidak disiapkan oleh pemerintah maka hanya bisa tujuh hari sekali untuk ketemu kapal. “Dengan adanya program ini, masyarakat bisa bertemu kapal dalam dua hari sekali. Jadi kami yakin bisa mengakomodasi masyarakat Jatim yang ingin berlebaran," tuturnya.(ris/s)

Views 780
Web Statistic