Jatim Dukung Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

UMUM | 03 Dec 2020 10:55:49 PM

Jatim Dukung Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Jatim, Himawan Estu Bagijo, saat Sosialisasi Nasional Mewujudkan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga yang Merdeka dan Sejahtera pada Peringatan Hari Pekerja Migran International 2020 di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (3/12/2020). Foto: Herlambang JNR



 

Jatim Newsroom- Provinsi Jawa Timur mendukung upaya Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dalam menjaga dan memantau keberadaan pekerja migran yang ada di luar negeri sehingga dapat perlindungan. 
 
“Jawa Timur akan selalu siap mendukung kebijakan pemerintah pusat agar pekerja migran memperoleh perlindungan,“ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Jatim, Himawan Estu Bagijo, saat Sosialisasi Nasional Mewujudkan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga yang Merdeka dan Sejahtera pada Peringatan Hari Pekerja Migran International 2020 di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (3/12/2020). 
 
Dikatakannya, kondisi ketenagakerjaan Jawa Timur per Agustus 2020, tercatat penduduk usia kerja sebanyak 31,66 juta jiwa. Dari jumlah tersebut angkatan kerja mencapai 22,26 juta, sedangkan jumlah yang bekerja sebanyak 20,96 juta jiwa. Persoalan muncul saat  pandemi Covid-19 karena menimbulkan tingkat pengangguran terbuka. 
 
“Saat pendemi pengangguran terbuka meningkat dari 3,92% naik menjadi 5,804% dari angka sekitar 840.000 menjadi 1,3 juta dan tingkat pengangguran terbuka Ini kebanyakan diduduki oleh mereka yang pendidikan SMK sejumlah 11,89%,” katanya. 
 
Saat ini, lanjut Himawan, yang perlu diperhatikan adalah implementasi penerapan digitalisasi di sektor industri dan jasa dalam rangka persaingan dan efisiensi usaha. kondisi ini secara langsung maupun tidak, akan berdampak pada perkembangan investasi di Jawa Timur yang bermuara pada fluktuasi nya angka peluang dan kesempatan kerja, yang saat ini memasuki era revolusi industri 4.0 yang mengedepankan inovasi teknologi dan robotik.
 
Ketika memasuki era masyarakat ekonomi ASEAN ini pun dan pasar global yang memberlakukan arus bebas antarnegara di kawasan ASEAN termasuk dalam konteks pasar tenaga kerja terampil secara positif, yang mana pasar global memperluas pasar bagi produk dan jasa Indonesia serta membuka peluang kerja bagi tenaga terampil Indonesia.
 
“Kita perlu mempersiapkan tenaga kerja dengan skill dan kompetensi yang mendukung daya saing yang memadai sehingga mampu bersaing dengan pekerja dari daerah lain maupun negara lain,” harapnya.
 
Pelebih lanjut dikatakannya, penempatan pekerja migran Indonesia asal Jawa Timur di tahun 2019 sebanyak 68.740 orang dengan jumlah tenaga kerja formal sebanyak 25.886 orang, dan jumlah tenaga kerja informal sebanyak 42.854 orang. Sedangkan negara tujuan terbanyak bagi tenaga kerja Jawa Timur adalah Taiwan sebanyak 31.988 Hongkong sebanyak 23.785 orang dan Malaysia sebanyak 11.662 orang dengan remitansi pekerja migran mencapai Rp7,474 triliun.
 
Karena sesuai keputusan Menteri Ketenagakerjaan nomor 15 1 tahun 2020 tentang penghentian sementara penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berpengaruh terhadap jumlah penempatan PMI ke negara tujuan.”Jumlah penempatan PMI asal Jawa Timur hanya mencapai 17.981 dengan jumlah tenaga kerja formal 5.963 dan tenaga kerja sebanyak 12.000 orang. (hjr)


 

Views 7663
Web Statistic