Hindari Penularan Covid-19, Gubernur Minta Masyarakat Tidak Salaman Saat Lebaran

UMUM | 22 May 2020 11:35:08 PM

Hindari Penularan Covid-19, Gubernur Minta Masyarakat Tidak Salaman Saat Lebaran

Gubernur Khofifah saat memberikan keterangan pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (22/5/2020). Foto: Audi JNR

Jatim Newsroom- Guna menghindari penularan Covid-19, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat tidak melakukan tradisi Lebaran berupa bersalaman secara langsung.
 
"Selama pandemi belum berakhir sebaiknya tidak melakukan kontak fisik, berupa jabat tangan," tegas Gubernur Khofifah saat memberikan keterangan pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (22/5/2020). 
 
Dalam kondisi pandemi seperti ini menurut gubenur sangat berbahaya jika ada kerumunan dan kontak fisik. "Saat lebaran jangan berkunjung ke sanak saudara, itu berbahaya," jelasnya.
 
Untuk bersilaturahmi dan memaafkan bisa dengan telepon, WhatsApp, sms, video call, dan sebagainya. "Dengan teknologi, silaturahmi bisa tetap erat, silaturahmi bisa dilakukan online, tanpa harus ketemu secara fisik," ucapnya.
 
Dengan melaksanakan ibadah dan menjalin silaturahmi online dari rumah, berarti semua orang telah ikut menjaga orang terdekat dan terkasih agar bisa tetap sehat tanpa berisiko tertular virus.
 
Gubernur berharap, masyarakat memahami kondisi dan membangun kesadaran masing-masing agar situasi semakin kondusif.
 
"Mari kita sambut Idul Fitri dengan semarak dan penuh sukacita, sekalipun situasi Indonesia tengah dirundung keprihatinan akibat darurat Covid-19 ini," imbuhnya.
 
Gubernur menyarankan agar masyarakat bisa mengemakan takbir di penjuru Jawa Timur bisa di rumah, mushola atau masjid tanpa harus berkeliling dan berkerumun.
 
"Silahkan menggemakan takbir di masjid atau mushola tapi jumlah orangnya harus dibatasi dan jarak juga dijaga, tetap gunakan masker," ungkapnya. (hjr)

Views 1712
Web Statistic