Hari Disabilitas Internasional, Banyuwangi Gelar Festival “Kita Bisa”

UMUM | 03 Dec 2019 06:52:01 PM

Hari Disabilitas Internasional, Banyuwangi Gelar Festival “Kita Bisa”

Jatim Newsroom - Memperingati Hari Disabilitas Internasional 2019, Pemkab Banyuwangi menggelar Festival “Kita Bisa”. Festival ini menampilkan beragam bakat dan kreasi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dari seluruh Banyuwangi.

Sebanyak 1.700 pelajar berkebutuhan khusus se Kabupaten Banyuwangi hadir di Pendopo Sabha Swagata, Selasa (3/12). Sebagian dari mereka tampil di hadapan rekan-rekannya menunjukkan kebolehannya. Mereka ada yang menampilkan sendratari, pantomim, hingga hafalan bacaan Quran.

“Peringatan ini bertujuan meningatkan kesadaran masyarakat tentang disabilitas, menghilangkan stigma terhadap mereka. Dan yang paling penting ini adalah bentuk dukungan untuk meningkatkan kemampuan mereka berkarya dengan memberikan kesempatan untuk tampil di hadapan publik,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas via sambungan facetime.

Anas sempat berdialog via facetime dengan sejumlah ABK. Salah satunya dengan Rara, penyandang tuna rungu yang menyampaikan cita-citanya. “Pengen jadi dokter pak,” kata Rara.

Mendengar apa yang dicitakan Rara, Anas pun menyampaikan bahwa pemkab telah membuka jalan bagi difabel yang ingin meraih cita-citanya. Pemkab selama ini memberikan beasiswa Banyuwangi Cerdas, salah satunya bagi pelajar difabel berprestasi.

Selain itu, di sektor ketenagakerjaan, daerah juga membuka peluang bagi difabel untuk menjadi ASN. Pada tahun 2018 dibuka 5 peluang kerja bagi calon ASN difabel dan pada 2019 dibuka kembali untuk 6 calon ASN difabel. “Anak-anak jangan menyerah, selalu ada jalan untuk yang sungguh-sungguh mengejar impiannya. Kami telah membuka peluang ini dan akan menjembatani,” cetus Anas.

Dalam festival itu, juga ditampilkan sendratari “Ratu Lirang Agung” yang dimainkan 20 ABK dari SLB PGRI ABCD Kalipuro yang mengisahkan perjuangan melawan kolonialisme di kawasan lereng Gunung Ijen, Banyuwangi. Mereka dengan berbagai keterbatasan masing-masing, mampu berakting dengan luwes dan terlihat kompak.

Ketua Yayasan Kesejahteraan dan Pendidikan Tuna Indera Indonesia (YKPTI) Banyuwangi, Dani Azwar Anas menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong para ABK untuk percaya diri mencetak prestasi di segala bidang. Apalagi, pemkab telah membuka jalan lebar bagi ABK berprestasi.

“Kami juga akan mendorong pemkab untuk terus memenuhi hak para difabel. Seperti fasilitas bagi mereka di ruang-ruang publik. Acara ini juga bagian dari kami menampung inspirasi dari para difabel apa yang perlu dilengkapi di kota ini,” pungkasnya. (Put)

Views 6319
Web Statistic