Gubernur Soekarwo Dampingi Presiden Jokowi Silaturahmi dengan Ribuan Kiai dan Santri di Jember

UMUM | 13 Aug 2017 07:11:36 AM

Gubernur Soekarwo Dampingi Presiden Jokowi Silaturahmi dengan Ribuan Kiai dan Santri di Jember
Foto : humas jatim

Jatim Newsroom - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mendampingi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, bersilaturahmi dengan ribuan santri dan kiai yang ada di pondok pesantren (ponpes) Jember, Jawa Timur, Sabtu (12/8).

Pakde Karwo sapaan akrabnya, bersama Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja di empat ponpes diantaranya ponpes Nurul Islam, Ponpes Al Amin, Ponpes Assunniyah dan Ponpes Al Qodiri Kab. Jember untuk bertemu dengan kiai, ulama, tokoh agama dan masyarakat sekaligus dengan ribuan santri.

Kehadiran, Pakde Karwo dan Jokowi tersebut disambut antusias oleh santri dan masyarakat yang memadati area sekitar ponpes.

Di hadapan kiai dan santri di Jember, Presiden mengingatkan, bahwa negara Indonesia merupakan negara besar yang memiliki jumlah muslim terbesar di dunia. Indonesia, memiliki 250 juta penduduk, jumlah ini merupakan jumlah penduduk terbanyak urutan ke empat di dunia.

Indonesia, lanjut Presiden juga memiliki 17.000 pulau yang tersebar di 34 propinsi, 516 kab/kota. Juga terdapat 714 suku yang berbeda ditambah dengan 1.100 bahasa lokal yang berbeda. "Inilah anugrah Allah yang harus dijaga oleh rakyat Indonesia. Tidak ada di dunia ini yang memiliki jumlah pulau, bahasa, suku dan agama berbeda seperti Indonesia. Ini harus kita jaga," ungkapnya.

Presiden menyatakan, dengan jumlah penduduk dan wilayah yang majemuk dan beragam tersebut hendaknya antar masyarakat saling menjaga persaudaraan, kerukunan dan kekompakan. "Kita harus rukun meskipun berbeda beda. Tidak boleh ada perpecahan dan perbedaan. Kehebatan Indonesia ini selalu saya sampaikan ketika bertemu dengan pemimpin pemimpin negara diseluruh dunia," tegasnya.

Tak lupa, Presiden mengajak, seluruh masyarakat rawat untuk hidup rukun, berdampingan dan saling peduli. "Semoga ke depan semakin adem, ayem, harmonis, saling menghargai, menghormati. Tidak ada saling menyela, menjelekkan dan menyalahkan karena kita semua se tanah air," jelasnya.

Turut mendampingi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduku, Bupati Jember dr. Farida. (sti)

Views 1741
Web Statistic