Gubernur Pastikan Stok Beras Jelang Ramadan Aman

UMUM | 25 Mar 2021 04:29:28 PM

Gubernur Pastikan Stok Beras Jelang Ramadan Aman

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau gudang Bulog di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (25/3/2021. Foto: Sugeng JNR

Jatim Newsroom- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan jika pasokan beras di provinsi setempat masih aman hingga Mei 2021 atau saat puasa Ramadan, menyusul saat ini sejumlah wilayah Jatim sudah mulai panen raya.

"Saat ini sejumlah wilayah di Jawa Timur seperti di Bojonegoro, Lamongan dan juga Ngawi sudah mulai memasuki panen raya," katanya saat meninjau gudang Bulog di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (25/3/2021.

Ia mengatakan, setiap hari Bulog Jatim sudah menyerap 1.500 ton per hari, tapi akan terus bergerak naik menjadi 2.000 ton per hari seiring dengan panen raya di sejumlah daerah.

"Karena memang panen raya ini di akhir bulan Maret dan pertengahan April. Jadi pergerakan penyerapan beras masyarakat dari 1.500 ton akan bertambah menjadi 2.00O ton perhari," tukasnya.

Khofifah meninjau gudang-gudang tempat penyimpanan beras di gudang Bulog. Di sana gudangnya ada yang sebagian penuh ada pula yang terisi sebagian. Di salah satu gudang juga tampak truk-truk pengangkut beras sedang bongkar muat.

Secara khusus, Gubernur Khofifah meminta agar penyerapan Bulog ditingkatkan terutama karena saat ini sudah menjelang puncak panen padi di Jawa Timur, tepatnya pada bulan Mei 2021 mendatang. 

Dengan penyerapan beras yang lebih banyak, maka menjadi bentuk perlindungan pemerintah bagi para petani, agar produksi mereka langsung terserap dan tidak sampai mengalami jatuh harga.

Tidak hanya itu, sebagai upaya jangka panjang, Khofifah juga menekankan untuk penyediaan mesin-mesin pengering bagi petani. Baik untuk pengadaan dari pemerintah pusat maupun provinsi. Bahkan jika bisa alat pengeringnya vertikal agar tidak membutuhkan lahan lebih banyak.

“Selain itu saya sudah menyampaikan usul ke Presiden, kita meminta agar jika ada penyerapan beras maka jangan sampai harganya di bawah HPP. Dan kita juga mengusulkan agar ada lagi seperti tahun lalu ada bank himbara yang ditugaskan untuk menyerap beras petani saat sedang menuju puncak panen,” tegas Khofifah.

Dengan begitu Khofifah meyakini bahwa upaya itu bisa memberikan penyejahteraan bagi masyarakat kalangan petani. Mereka bisa merasakan manisnya panen raya.

Di kesempatan yang sama, Khofifah juga menyebutkan bahwa stok sembako Jatim jelang bulan puasa Ramadhan dalam keadaan aman dan tercukupi. Ia mengakui memang ada dinamika berupa kenaikan harga cabai. Namun saat ini ditegaskannya harga cabai mulai menurun karena sudah jelang masa panen.

Sementara itu Kepala Bulog Divre Jatim Khozin mengatakan bahwa pemerintah pusat memang memerintahkan Bulog untuk melakukan penyerapan beras petani sebanyak-banyaknya. Maka dengan telad bulat bersama gubernur, Bulog akan menyerap beras 2.000 ton per hari.

“Kita akan melakukan penyerapan terus. Dari 1.500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari. Kita serap terus. Baik hari Sabtu maupun Minggu. Kalau soal gudang kita cukup. Karena gudang kita kapasitasnya 1,2 juta ton,” pungkasnya. (jal)

Views 5967
Web Statistic