Gubernur Minta Dindik Publikasikan Capaian Dibidang Pendidikan di Tahun Lalu

UMUM | 05 Jan 2021 06:36:43 PM

Gubernur Minta Dindik Publikasikan Capaian Dibidang Pendidikan di Tahun Lalu

Gubernur saat Rapat Koordinasi (Rakor) Virtual Pendidikan, Selasa (5/1/2021).  



 

Jatim Newsroom- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) mempublikasikan melalui media tentang tentang capaian atau prestasi di tahun lalu.
 
‘Undang media sampaikan prestasi yang dicapai bidang pendidikan agar masyarakat mengetahui sehingga tingginya anggaran pendidikan sebanding dengan prestasi yang dicapai,” ucap Gubernur saat Rapat Koordinasi (Rakor) Virtual Pendidikan, Selasa (5/1/2021).  
 
Di contohkan gubernur, salah satunya prestasi yang dicapai Juwita Purnama Sari alumni SMAN 1 Galis Pamekasan yang berhasil dalam program SMA Doble Track dengan memiliki usaha di bidang makeup artist dan rias penganten dengan mendapatan rata-rata Rp8 juta per bulan. 
 
“Kami harap kepala sekolah bisa mendukung program untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan siswa, sehingga mereka siap berwirausaha saat lulus nanti,”harapnya.    
 
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Kadindik Jatim) Wahid Wahyudi secara virtual melaporkan, permasalahan pendidikan di Jatim yang pertama adalah disparitas kualitas baik antar lembaga pendidikan maupun antar daerah. 
 
Diparitas ini ditimbulkan diantaranya karena fasilitas antar lembaga pendidikan, serta relefansi peralatan yang dimiliki lembaga pendidikan dengan dunia usaha juga mempengaruhi. “Perkembangan alat di dunia usaha sangat dinamis, sehingga menuntut lembaga pendidikan untuk menyiapkan sarana yang memadai untuk melatih kemampuan siswa,” ungkapnya.
 
Guna menyelesaikan persoalan itu, Dindik Jatim bekerjasama dengan perusahaan untuk mematangkan kemampuan siswa dalam mengoperasikan peralatan di dunia industri. Permasalahn juga guru dan tenaga pendidik, dimana yang purna tugas antar calon ASN tidak imbang, sehingga tenaga pendidik PTT diprioritaskan.
 
Persoalan selanjutnya adalah ketergantungan sekolah pada jumlah siswa. “Sekolah yang jumlah siswanya banyak bisa mengikuti proses belajar mengajar sesuai standar, sedangkan sekolah yang jumlah siswanya sedikit akan kesulitan,” tuturnya.
 
Beberapa waktu lalu Dindik Jatim mengusulkan kepada Menteri Pendidikan selain Bantuan Operasional Sekolah BOS yang didasarkan pada jumlah siswa, juga ada kebijakan untuk sekolah yang jumlah siswanya di bawah 200 ada tambahan bantuan dana operasional minimal sekolah. “Dengan bantuan dana operasional minimal sekolah, maka sekolah yang jumlah siswanya sedikit bisa menjalankan proses belajar mengajar dengan baik,” imbuhnya.
 
Refleksi pendidikan tahun 2020 capaian pendidikan dimana Angka Partisipasi Kasar (APK) antara siswa pada jenjang pendidikan SMA/SMK/MA/SMALB/Paket C dengan penduk usia 16-18 tahun lebih baik dari tahun sebelumnya yakni pada 2019 sebesar 90,87% naik menjadi 93,75%. “Target tahun 2020  88,38% realisasinya 93,75% capaian 106,08% kategori sangat baik,” terangnya.
 
Sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM). Perbandingan antara siswa usia 16-18 tahun pada jenjang pendidikan SMA/SMK/MA/SMALB/PaketC menduduk usia sekolah 16-18 tahun juga meningkat dimana tahun 2019 sebesar 70,01 % meningkat jadi 71,04%. “Realisasi ini melampaui target yang ditetapkan sebesar70,87%,’ katanya.
 
Sementara Angka Partisipasi Sekolah (APS) Jatim tetap antara tahun 2019 dan 2020 yakni sebesar 74,49 %. Untuk angka putus sekolah alhamdulilllah dimasa pandemi Covid-19 menurun tajam dari 1,53% di tahun 2019 menjadi 0,51% di tahun 2020.sedangkan angka lulusan sekolah jenjang SMA/SMK/MA tahun 2020 dengan jumlah siswa kelas XII jenjang SMA/SMK/MA mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 98,54% menjadi 99,65%.(hjr)

Views 5953
Web Statistic