Gubernur Buka Pameran Batik Bordir Dan Asesoris

UMUM | 10 May 2017 02:37:04 PM

Gubernur Buka Pameran Batik Bordir Dan Asesoris

foto; sug JNR

Jatim Neswroom - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, membuka pameran batik bordir & asesoris Fair ke 12 di Grand City Surabaya, Rabu (10/5). Di kesempatan ini, Gubernur mengatakan, industri kerajinan batik bordir & asesoris Jawa Timur harus bisa berdaya saing. Ini artinya kualitasnya harus bagus, harganya murah, unik, dan jika dipesan cepat sampai tujuan.
   
Dikatakannya, batik Jawa Timur saat ini belum bisa memenuhi syarat daya saing karena harganya yang masih mahal dibanding batik Pekalongan yang cenderung lebih murah dan berkualitas bagus. Untuk itulah, pemerintah akan memberikam bantuan kredit dengan suku bunga murah sebesar 6 persen. Dengan bantuan kredit suku bunga murah tersebut diharapkan bisa membantu para pengrajin batik bordir dan asesoris agar bisa menekan biaya produksi lebih murah dan hasil kerajinannya bisa berdaya saing, baik di pasar lokal dan global.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, M Ardi Prasetyawan, mengatakan Pameran Batik Bordir ini digelar dalam rangka mendukung peningkatan daya saing Industri Kecil Menengah (IKM) dan penguatan pasar domestik, serta upaya  peningkatan pengguna produksi dalam negeri.

Pameran Batik, Bordir, dan Assesories ke-12 tahun 2017 ini hadir dengan tema  The Amazing Natural Colour of East Java. Tema tersebut mengandung makna bahwa pengrajin batik di Jawa Timur akan kembali ke warna alam.

Pemerintah provinsi Jawa Timur mendukung sepenuhnya event-event seperti ini. Kepada pihak penyelenggara, diharapkan kegiatan ini terus diselenggarakan dan semakin lebih baik dari tahun ke tahun. Baik dalam jumlah pesertanya, maupun nilai transaksi yang terjadi selama pameran serta peningkatan jejaring pemasaran yang lebih luas lagi.

 "Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengucapkan terimakasih kepada PT. Debindo Mitra Tama yang telah melaksanakan pameran ini secara rutin setiap tahunnya. Ini menjadi salah satu langkah yang tepat dan strategis," ujar Ardy.

Produk - produk yang akan dipamerkan adalah batik, bordir, songket, sulaman, tenun, dan hasil kerajinan aksesoris dalam negeri. Kegiatan yang mengisi kemeriahan acara ini juga ada Talkshow, demo membatik, fashion show dan berbagai macam lomba.

Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 9-13 Mei 2017 itu diharapkan bisa memghasilkan transakai Rp 7 miliar atau naik Rp 200 juta dibansing tahum lalu Rp 6,8 miliar dan jumlah pengunjung bisa mencapai 50 ribu orang. (ryo/upn)

Views 185
Web Statistic