Dukung Investasi Kawasan Industri, PLN Siap Pasok Listrik 366 MVA untuk Pasuruan

UMUM | 10 Aug 2018 06:36:11 PM

Dukung Investasi Kawasan Industri, PLN Siap Pasok Listrik 366 MVA untuk Pasuruan

Usai MoU Manajer Area Pasuruan PLN Disjatim, Agus Setiono, Kepala Divisi SBU PIER, Teguh Rudi Siswanto , Presiden Direktor PT Jatoproton Internasional Indonesia, Bambang Resmianto,  Direktur Utama PT Pilar Bahtera Energi, Imannul Hakim Zulkifly dan Manajer Niaga PLN Disjatim Mohammad Aries melakukan foto bersama.

Jatim Newsroom– Guna mendukung investasi kawasan listrik di Pasuruan, PT PLN (Persero) siap memasok listrik sebesar 311 MVA kawasan industri Jatiproton (Jawa Timur Probolinggo Tongas) dan 55,08 MVA kawasan industri PIER (Pasuruan Industri Estate Rembang).

Untuk mewejudkannya, penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara PLN dan PT SIER (Surabaya Industri Estate Rungkut), PT JATIPROTON Internasional Indonesia serta PT Pilar Bahtera Energy, telah dilakukan Jumat (10/8) siang, di Tamandayu Pasuruan, Jawa Timur.

MoU ini ditandatangani Agus Setiono selaku Manajer Area Pasuruan PLN Disjatim dan dengan Teguh Rudi Siswanto selaku Kepala Divisi SBU PIER , Bambang Resmianto selaku Presiden Direktor PT Jatoproton Internasional Indonesia dan Imannul Hakim Zulkifly selaku Direktur Utama PT Pilar Bahtera Energi dan  yang disaksikan oleh Mohammad Aries, selaku Manajer Niaga PLN Disjatim.

Kerjasama ini bertujuan untuk membangun komitmen saling bersinergi  dan bekerjasama dalam pemenuhan tenaga listrik yang andal pada saat ini dan di masa yang akan datang, guna mendorong investor di Kawasan Industri.

Usai MoU, Presiden Direktur PT Jatiproton Internasional Indonesia, Bambang Resmianto berharap pasokan listrik yang dijanjikan untuk menyediakan kebutuhan listrik dengan keandalan tinggi bisa terwujut. “Kami minta PLN memberikan layanan tanpa padam mengingat Industri manufaktur yang akan menempati kawasan Industri seluas lebih dari 1.100 Ha. merupakan industri dengan mengunakan peralatan berteknologi tinggi bahkan beberapa tenant nya mengharapkan layanan tidak kedip,” jelasnya.

Setelah ada pertemuan beberapa kali dan mendapat penjelasan yang meyakinkan dari PLN maka Bambang Resmianto baru berani bekerjasama dalam bentuk Nota Kesepahaman penyediaan pasokan listrik dengan daya sebesar 311 MVA.

Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur, Dwi Suryo Abdullah mengungkapkan,  untuk memenuhi kebutuhan sebesar 366 MVA, PLN akan mengalirkan energi listrik melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Probolinggo-Grati, dengan membangun Gardu Induk 150 kV Tongas kapasitas 60 MVA di tahap pertama dan sisanya akan ditambahkan sesuai kebutuhan hingga 311 MVA.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan di PIER sebesar 55.08 MVA PLN memanfaatkan Gardu Induk PIER yang saat ini baru dibebani 50 MW dari kapasitas yang ada 110 MVA sehingga bila dirasa kurang akan menambahkan Trafo di GI PIER.

PLN juga akan mendukung keinginan pelanggan yang ada di kedua kawasan industri tersebut yang minta pasokan listrik tanpa padam , tanpa kedip dan tanpa investasi dengan membangun sistem kelistrikan di kawasan tersebut secara cluster .

Maksud dibuat sistem cluster untuk meningkatkan pelayanan dan keandalan sesuai keinginan pelanggan, terdapat tiga cluster  Super Ultima (pelanggan yang akan menikmati layanan tanpa padam, tanpa kedip dan tanpa investsi) , Super Premium (Pelanggan yang akan menikmati layanan tanpa padam) dan Reguler. Dalam mewujidkan harapan pelanggan pada Cluster Super Ultima PLN bekerjasama dengan PT Pilar Bahtera Energi.

Manajer PLN Area Pasuruan Agus Setiono optimis penyediaan energi listrik kedua kawasan industri tersebut dapat diwujudkan, mengingat cadangan daya di Jawa Timur saat ini mencapai 1.125 MW, meski untuk pemenuhan kebutuhan listrik yang disepakati secara bertahap. " Namun bila ada tambahan, PLN siap mengalirkan energi listriknya berapapun ," ujar Agus.

Agus  menegaskan, dengan membaiknya kondisi kelistrikan di Jatim, maka PLN mampu memenuhi seluruh kebutuhan listrik baik untuk mencukupi kebutuhan sektor industri, pariwisata, usaha kuliner, pertokoaan, perkantoran dan perumahan jadi jangan kuatir dimanapun lokasi dan berapapun kebutuhan listrinya PLN siap memenuhi kebutuhan pelanggan dan calon pelanggan.

“Dengan ditandatanganinya MoU ini, maka akan menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Jatim nantinya, tidak hanya peningkatan kebutuhan listrik, tetapi juga akan menyerap tenaga kerja sehingga roda perekonomian berjalan bagus,” tutu Agus. (hjr)

Views 334
Web Statistic