DMI Minta Kepada Pemerintah Fasilitasi ATPM Produksi Motor Bagi Disable

UMUM | 12 Sep 2019 05:44:26 AM

DMI Minta Kepada Pemerintah Fasilitasi ATPM Produksi Motor Bagi Disable

Ketua Disable Motor Indonesia (DMI) Jawa Timur, Abdul Sukur (berkursi roda) saat menghadiri undangan acara Pembukaan East Java Talent and Career Exhibition di JX International Surabaya, Selasa (10/09).

Jatim Newsroom - Disable Motor Indonesia (DMI) Jawa Timur meminta kepada pemerintah untuk memberikan fasilitasi penyediaan kendaraan khususnya sepeda bermotor dari salah satu Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang ada di Indonesia.

ATPM sebagai perusahaan yang ditunjuk oleh produsen untuk memasarkan produk kendaraan bisa memberikan proposal tentang rancang bangun kendaraan khusus bagi kaum  berkebutuhan khusus.

Usulan tersebut disampaikan oleh Ketua DMI Jatim, Abdul Sukur, mewakili anggota DMI Jatim yang berjumlah 1000 orang lebih tersebar di 25 cabang kota yang ada di Jatim, tentang jumlah disable ini di seluruh Indonesia bisa mencapai ratusan ribu.

"Komunitas DMI salah satu tujuannya memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas antara lain saat berlalu lintas dengan kendaraan bermotor khususnya sepeda motor, selama kendaraan yang dipakai merupakan motor yang dimodifikasi sendiri jadi sekedar nyaman dan aman saja, kami minta kepada pemerintah untuk menyampaikan kepada ATPM untuk sediakan motor khusus," terang Sukur, Rabu (11/09).

Pria yang mengajar di Sekolah YPAC Surabaya tersebut menambahkan, motor khusus bagi kaum disable ini sangat menunjang aktivitas komunitasnya sekaligus mensupport pemberdayaan orang dengan kebutuhan khusus ini tanpa harus selalu mendapatkan bantuan dari orang lain atau mandiri. Seperti dirinya sebagai seorang guru harus berkendaraan pulang-pergi mengajar serta profesi lain dari sesama disable lainnya.

Sepeda motor roda tiga yang menghiasi jalan raya selama ini berlalu lalang merupakan kendaraan yang telah dimodifikasi, sebagian besar dikerjakan oleh komunitasnya dengan uji coba berulang dilakukan agar saat dikendarai nyaman dan aman saja. Berbeda dengan kendaraan produk paten dari produsen yang telah mengantongi serangkaian uji laik jalan yang telah dilakukan.

Berkendaraan bagi orang disable ini selain untuk moda transportasi saat pulang pergi kerja, bagi pengurus DMI juga untuk melakukan anjangsana kepada sesama disable bertujuan memberikan dukungan semangat dan pemberdayaan lain.

"Selama ini DMI Jatim selalu diikut sertakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Jatim untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang erat kaitannya dengan eksistensi kaum disable, seperti pameran dalam acara bursa tenaga kerja ini dan kami disediakan stand pameran," terang pemilik nama yang berarti hamba yang bersyukur ini. (pno)

Views 2289
Web Statistic