Datangi Pasar Baru Tuban, DPRD Temukan Harga Komiditi Pangan Alami Kenaikan

UMUM | 14 Feb 2020 06:55:03 PM

Datangi Pasar Baru Tuban, DPRD Temukan Harga Komiditi Pangan Alami Kenaikan
Go Tjong Ping, anggota Komisi B DPRD Jatim Saat di pasar Tuban.

Jatim Newsroom - Pasca sejumlah kebutuhan pangan mengalami kenaikan harga cukup signifikan, sejumlah anggota DPRD Jatim langsung melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional untuk melihat langsung kebenaran informasi yang marak di sejumlah media.

Diantara anggota DPRD Jatim yang melakukan blusukan ke pasar baru Tuban, adalah Go Tjong Ping anggota Komisi B DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan. Politisi asal Tuban, Jumat (14/2). Ia mengaku blusukan ke pasar guna memastikan beberapa komoditas pangan yang dikabarkan mengalami kenaikan harga signifikan benar adanya.

Hasil pantauan di lapangan, kata Go Tjong Ping ternyata ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan. Misalnya, gula pasir tingkat grosir awal Rp 13.500/kg, namun di toko eceran tembus Rp 15.000/kg. Kemudian telur awal Rp 20000/kg sekarang tembus Rp 25000/kg.

Kendati demikian juga ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga. Seperti lombok merah awal Rp 70.000/kg sekarang sudah terjun bebas jadi Rp 44.000/ kg, bawang merah awal Rp 35.000/kg turun menjadi Rp 22.000/kg, bawang putih RRC awal Rp 50.000/kg sekarang turun tinggal 40.000/kg.

Sedangkan untuk minyak curah, lanjut Go Tjong Ping masih relatif stabil dengan kisaran Rp 12000/ liter, begitu juga harga beras masih berkisar rata-rata Rp 10.000/kg hingga Rp 11000/kg.

“Blusukan pasar itu saya lakukan karena ingin membuktikan langsung, dan ternyata memang benar ada beberapa komoditas bahan pokok mengalami kenaikan cukup tinggi meskipun ada juga yang mengalami penurunan,” kata Go Tjong Ping, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/2).

Ia juga menghimbau kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag) Jatim untuk lebih sering turun ke pasar guna memantau dan mengantisipasi melonjaknya harga bahan pokok. Mengingat, beban masyarakat sudah cukup berat jangan sampai ditambah dengan melonjaknya harga kebutuhan pangan.

“Saya harap gula pasir dan telur jangan sampai naik terlalu tajam karena kedua komoditas itu dibutuhkan masyarakat. Saya takutkan jika pemerintah tak segera menstabilkan harga maka masyarakat akan menjerit,” ungkap Go Tjong Ping.

Ia juga menyayangkan beberapa waktu lalu terjadi lonjakan harga bawang putih karena adanya miss informasi terkait larangan impor komoditas dari Tiongkok paska mewabahnya virus Corona.“Ke depan, isu global yang ada kaitan dengan perdagangan antar negara supaya diantisipasi dengan hati-hati agar tidak menimbulkan panik buying,” pungkasnya. (pca/p)

Views 14936
Web Statistic