Dana Bergulir UMKM Diharap Banyak Turun di Jatim

UMUM | 14 Sep 2018 04:28:13 PM

Dana Bergulir UMKM Diharap Banyak Turun di Jatim

Kepala Dinas koperasi dan UKM Jatim, Mas Purnono Hadi

Jatim Newsroom – Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur berharap Kementerian Koperasi dan UKM melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) banyak mengucurkan kredit bergulir untuk Jawa Timur.

Dana bergulir dari Kementeri Koperasi dan UKM yang disalurkan melalui LPDB-KUMKM sebesar Rp 1,2 triliun akan dikucurkan ke koperasi UKM, UMKM dan lembaga keuangan bukan bank/lembaga keuangan bank. Sementara untuk Jawa Timur diperkirakan akan menerima sebesar Rp 150 miliar dengan bunga maksimal 9,5-9,6 persen per tahunnya.

Untuk penyaluran kredit, langsung dari LPDB kepada UKM atau UMKM, tetapi untuk dokumen pengajuan masuknya melalui Dinas Koperasi dan UKM dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Dana bergulir harus dipergunakan untuk pengembangan usaha, modal kerja dan investasi. Dengan lama kredit 5-10 tahun. “Dana-dana LPDB memang diharapkan banyak turun di Jawa Timur kalau bisa Rp 1 triliun dari Rp 1,2 triliun yang disiapkan. Kalau Jawa Timur disiapkan Rp 150 miliar masih kurang,” ujar Kepala koperasi dan UKM Jawa Timur, Mas Purnomo  Hadi, Kamis (13/9).

Selama ini, memang banyak UKM dan UMKM yang ditolak pengajuan kreditnya karena persyaratan terlalu rumit bahkan melebihi persyaratan pengajuan kredit ke perbankan. “Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dari LPDB kepada UKM dan UMKM,” tuturnya.

Mas Purnono juga berharap kepada UKM dan UMKM yang menerima kredit dana LPDB harus mempunyai komitmen jangan dipergunakan diluar memajukan usahanya. Karena perlu diketahui dana bergulir bukan dana hibah bukan bansos tetapi kredit yang harus dikembalikan tepat waktu dan dipertanggung jawabkan. “Kalau sanpai ada peminjam kredit tidak dikembalikan maka sangsinya berat dan akan menghambat dalam memperoleh kredit berikutnya,” pungkas Mas Purnomo. (ryo/p)

Views 875
Web Statistic