Cegah Penularan Covid-19, Undika Perbarui Kurikulum Kewirausahaan

UMUM | 24 Feb 2021 09:27:44 PM

Cegah Penularan Covid-19, Undika Perbarui Kurikulum Kewirausahaan

Dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undika, Achmad Yanu Alif Fianto.

Jatim Newsroom - Pandemi Covid-19 saat ini menjadi masalah utama banyak Negara di dunia, termasuk Indonesia. Pandemi Covid-19 juga menyebabkan terjadinya masalah pada perekonomian, salah satunya bagi masyarakat yang bergantung pada gaji bulanan di sebuah perusahaan atau yang mengalami pemutusan hubungan kerja.
 
Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian dunia pendidikan. Para Dosen serta civitas akademik harus menanamkan jiwa entrepreneur kewirausahaan  bagi para mahasiswanya.
 
“Diperlukan pembaharuan kurikulum pendidikan kewirausahan untuk seluruh mahasiswa, khususnya pada Program Studi yang berada dalam disiplin ilmu Ekonomi dan Bisnis,” ujar Dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dinamika (Undika), Achmad Yanu Alif Fianto, Rabu, (24/02/2021).
 
“Karena dulu kita bekerja di sebuah perusahaan dengan maksud tidak sulit mendapatkan penghasilan bulanan. Tapi perusahaan juga perekenomiannya menurun, sehingga tidak bisa membayar gaji karyawan,” jelas Yanu sapaan pakar ekonomi di kampus yang dulu bernama STIKOM Surabaya.
 
menurutnya, dalam situasi yang serba dengan ketidakpastian seperti saat ini, tidak hanya para mahasiswa yang dituntut untuk lebih kreatif dalam pengembangan skill, tetapi juga seluruh elemen civitas akademik harus memiliki strategi.
 
Dikatakannya, terdapat tiga aspek yang harus ditingkatkan dalam pendidikan kewirausahaan dalam perkuliahan, yakni jiwa kemandirian, daya juang, dan hardskill setiap mahasiswa. 
 
Dalam segi aspek jiwa kemandirian, mahasiswa harus mampu bersikap mandiri dan tidak bergantung pada apa pun agar bisa mengembangkan perusahaan. Baik itu usaha yang dirintisnya sendiri atau tempat mahasiswa bekerja nantinya.
 
Yanu juga memaparkan, untuk aspek kedua yakni penanaman daya juang dalam pendidikan kewirausahaan, mahasiswa tidak boleh mudah menyerah jika mengalami kegagalan. Sedangkan untuk aspek hardskill, mahasiswa dituntut untuk memiliki kompetensi sekaligus bisa mengelola diri dan bisa berinovasi dengan mengembangkan kemampuannya.
 
Dengan adanya hal tersebut ia berharap para mahasiswa mau mengembangkan skillnya untuk membuat sebuah peluang usaha baru ataupun membuat sebuah terobosan inovasi yang bermanfaat bagi perusahaan nantinya.(ryo/s)

Views 34
Web Statistic