BPBD Jatim Perkuat Institusi Destana

UMUM | 15 Feb 2018 07:37:59 AM

BPBD Jatim Perkuat Institusi Destana

Dok. BPBD Jatim

Jatim Newsroom- Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jatim berusaha memperkuat Desa Tangguh Bencana (Destana). Destana merupakan intitusi komunitas masyarakat desa di daerah rawan bencana, yang memiliki kemampuan mandiri yang sudah dibekali pengetahuan dan dilatih untuk mengenali ancaman dan resiko bencana serta memulihkan diri dari dampak bencana.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulan Bencana (BPBD) Jatim, Bambang Agus Legowo, saat penutupan Rakor Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana di hotel Santika Surabaya, Rabu (14/2) menjelaskan, tahun 2018 BPBD Jatim dan BPBD Kabupaten Kota mengalokasikan program Destana di empat daerah yaitu : Kelurahan Tawangrejo Kecamatan Kertoharjo Kota Madiun, Desa Mendak Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo dan Kelurahan Jrebeng Kecamatan Kadopok Kota Probolinggo.

Di daerah tersebut bencana yang sering terjadi adalah banjir dan longsor. Di empat kelurahan dan desa tersebut BPBD Jatim dan BPBD Kab/kota, melakukan penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat terutama hadapi bencana banjir dan longsor.

Program Destana di Jatim sudah berlangsung sejak tahun 2012, sampai saat ini sudah ada 300 an desa sebagai lokasi program. Karena kiprah pemberdayaan masyarakat dalam mengelola bencana di Jatim oleh Gubernur Jatim, Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) tahun 2016 menganugrahkan Dharma Widya Argya (Pengabdian Insan Masyarakat) kepada, H Soekarwo atas dedikasinya, kepedulian dan  kepemimpinannya.

Dikatakannya, saat ini masyarakat yang berada di daerah rawan bencana harus beradaptasi dan akrab dengan ancaman bencana, sehingga jika akan terjadi bencana sudah bisa mengantisipasi terlebih dulu dan pada saat terjadi bisa menyelematkan diri. Harapannya, pasca bencana bisa pemulihan secara mandiri sebelum mendapatkan bantuan dari stakeholders terkait.

"Kebijakan penanganan darurat bencana saat ini diubah menjadi pencegahan darurat bencana, sehingga bisa meminimalisir kerugian materiil dan korban jiwa," terangnya.

Rakor Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana dibuka oleh Plt.Kalaksa BPBD Prov.Jatim, Budi Santosa. Rapat diikuti unsur dari BPBD Jatim, BPBD Kab/kota, Sekretariat Bersama Relawan Penanggulan Bencana Jatim, Forum Pengurangan Resiko Bencana Jatim dan perwakilan Technical Assistance and Training Team's (TATTs) Mercy Corps. (pno/j)

Views 156
Web Statistic