Akhir Tahun 2019, Tingkat Penghunian Kamar Hotel di Jatim Meningkat 4,32 Poin

UMUM | 14 Jan 2020 03:44:41 PM

Akhir  Tahun 2019, Tingkat Penghunian Kamar Hotel di Jatim Meningkat 4,32 Poin

Jatim Newsroom - Perkembangan Pariwisata Jawa Timur pada November 2019 untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada November 2019 sebesar 64,25 persen atau naik 4,32 poin dibandingkan TPK September sebesar 59,93 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Satriyo Wibowo, mengatakan, angka TPK ini berarti pada November dari setiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel berbintang yang ada di Provinsi Jawa Timur, setiap malamnya sebanyak 64 hingga 65 kamar diantaranya telah terjual. “Diharapkan TPK terus mengalami kenaikan seiring dengan semakin bervariasinya perkembangan pariwisata di Jawa Timur,”  ujar Satriyo kepada JNR Kominfo Jatim  Selasa, (14/1)

Sementara TPK Hotel Berbintang di Jawa Timur Tahun 2017 – 2019 Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) untuk hotel bintang pada November 2019 adalah 1,69 hari. Ini berarti pada umumnya lama tamu menginap, baik tamu asing maupun tamu Indonesia, di hotel berbintang berkisar antara satu sampai dua hari.

Sedangkan untuk perkembangan pariwisata Jawa Timur pada November 2019  dalam Angka RLMT tamu asing yang berkunjung ke Provinsi Jawa Timur dan menginap di hotel berbintang tercatat 2,95 hari. Hal ini dapat diartikan rata-rata tamu asing yang menginap di hotel berbintang pada bulan November 2019 tercatat selama dua hingga tiga hari.

Sedangkan untuk tamu Indonesia mempunyai angka RLMT selama 1,64 hari, atau rata-rata lamanya tamu Indonesia yang menginap di hotel berbintang yang ada di Provinsi Jawa Timur selama satu hingga dua hari.

Menurut Satriyo, perkembangan kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Jawa Timur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Salah satunya disebabkan perhatian dan upaya dari pemerintah daerah dengan memunculkan objek wisata baru yang menarik untuk dikunjungi di Jawa Timur seperti di Batu, Sumenep dan daerah-daerah lain di Jawa Timur. “Selain naiknya wisman juga dikarenakan gencarnya promosi pariwisata baik tempat, sarana akomodasi, maupun event-event yang dilakukan oleh dinas instansi terkait yang semakin  bertambah banya banyak,” pungkasnya. (ryo/p)

Views 3026
Web Statistic