PERPADI DUKUNG REVITALISASI PENGGILINGAN PADI

UMUM | 30 Apr 2015 01:34:08 PM

Guna meningkatkan produksi beras untuk mencapai program swasemada, pemerintah kini mencanangkan revitalisasi penggilingan padi  skala kecil yang tersebar di seluruh Indonesia. Program tersebut kini mendapat dukungan penuh dari Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi).
“Kami  mendukung swasembada beras. Upaya revitalisasi di sektor penggilingan merupakan sesuatu yang mutlak harus dilaksanakan, karena produksi gabah yang tinggi setiap tahunnya terkikis ketika menjadi beras. Rata-rata hingga 3,3 juta ton beras atau senilai Rp 223 triliun per tahun,” kata Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso, Kamis (30/4).
Menurut Sutarto, revitalisasi penting karena pengusaha penggilingan beras didominasi oleh pengusaha kecil, mereka ini perlu dibantu agar menggunakan penggilingan yang lebih modern. Berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2012, baru 30% pengusahaan penggilingan beras se-Indonesia baru yang memenuhi kebutuhan penggilingan gabah nasional.
Dari jumlah keseluruhan 182.199 unit penggilingan, terdapat sebanyak 2.076 unit jenis penggilingan besar, 8.628 unit penggilingan gabah sedang dan sebanyak 171.495 unit atau 94,12% penggilingan berskala kecil. Penggilingan-penggilingan tersebut tersebar di pusat-pusat produksi beras.
Sutarto meminta agar pemerintah memperbaiki kebijakan terkait penggilingan padi seperti penertiban penggilingan padi dan pembagian kerja antara penggilingan besar dan kecil. Dengan begitu, penggilingan besar tidak terlalu mendominasi dan menekan usaha penggillingan kecil yang ada di tingkat petani dan kelompok tani.
Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian, Yusni Emilia Harahap mengatakan, dengan revitalisasi alat giling beras ini juga membuka peluang besar penyerapan tenaga kerja. Disebarnya 1.380 unit alat ini ke seluruh Indonesia juga akan dibekali teknisi yang merupakan tenaga muda daerah. “Kami ingin ada semacam bimbingan teknis bagaimana memanage alat ini, supaya kalau rusak, bisa tahu memperbaikinya dan bisa dikelola dengan baik,” ujarnya.
Upaya revitalisasi untuk penggilingan padi tersebut pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 600 miliar. Anggaran tersebut meningkat jauh lebih besar dari anggaran 2014 yang hanya Rp 41 miliar.
Selama ini, diketahui tingkat kehilangan hasi panen padi bisa mencapai 30% dari penggilingan. Akibatnya, produksi padi tidak efisien dan terbuang sia-sia. Hal itu terjadi karena banyak mesin penggilingan padi sudah uzur. Diharapkan dengan program revitalisasi mesin penggilingan padi, Indonesia tidak lagi perlu mengimpor beras, karena ada tambahan beras sebanyak 1 juta ton dan tahun depan naik menjadi 2 juta ton, dengan demikian Indonesia sudah bisa swasembada beras. (afr)

Views 6488
Web Statistic