PERINGATI HARI LINGKUNGAN HIDUP, BLH AJAK SISWA NONTON BARENG

UMUM | 12 May 2011 03:30:30 PM

Pada peringatan hari lingkungan hidup sedunia 5 Juni mendatang, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim akan menyelenggarakan nonton bareng film lingkungan hidup di lima kabupaten/kota. Kegiatan nonton bareng itu melibatkan siswa sekolah Adiwiyata yang selama ini mendapatkan kegiatan pendampingan dari BLH Jatim.
    Kepala Bidang Komunikasi Lingkungan dan Peran Serta Masyarakat, BLH Jatim, Ir Putu Artha Giri, Kamis (12/5) mengatakan, kegiatan ini bekerja sama dengan Divisi Perfilman Goethe-Institut atau Pusat Budaya Jerman. Selama ini lembaga tersebut konsisten mengkampanyekan peduli lingkungan dengan cara nonton bareng film lingkungan di sejumlah kota besar di Indonesia.
    Lima kabupaten/kota yang akan menjadi lokasi nonton, yakni Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Mojokerto. Pada setiap lokasi, BLH akan mengundang siswa sekolah peserta Adiwiyata untuk bersama-sama mendengarkan diskusi soal pentingnya melestarikan lingkungan.
    Putu menambahkan, lewat flim ini, pemerintah ingin mengajak siswa tidak hanya peduli pada masalah lingkungan, tetapi juga masalah ketidakadilan akibat eksploitasi sumber daya alam. Selain pemutaran film, panitia juga akan mengajak berdiskusi masalah lingkungan keseharian dan perubahan iklim.
    Sebelumnya, Goethe-Institut Indonesia juga telah menggelar rangkaian pemutaran film disejumlah kota besar lain di Indonesia. Film-film yang mereka putar juga dilengkapi dengan terjemahan Bahasa Indonesia dan di akhir rangkaian pemutaran film akan diselenggarakan diskusi dengan tema yang berbeda di setiap kota.
    Perubahan iklim telah menjadi topik yang selalu ada di berbagai media massa. Bermacam-macam sudut pandang telah digunakan dengan satu tujuan yang sama yaitu membangkitkan kesadaran manusia, bahwa saat ini bumi tempat kita hidup menanggung beban sangat berat yang akan berdampak kepada kehidupan manusia itu sendiri.
    Keberhasilan menyampaikan fakta melalui film dokumenter menjadi alat advokasi upaya untuk merubah kebijakan dan kampanye untuk merubah perilaku individu yang efektif dalam menyampaikan persoalan negeri, termasuk isu lingkungan.
    Dalam kesempatan tersebut, Goethe-Institut Indonesia dan BLH Jatim juga memfasilitasi peserta soal cara pembuatan film dokumenter lingkungan secara partisipatif. Proses partisipatif menjadi hal menarik yang coba ditawarkan. Yaitu pembuat film akan diajak untuk berinteraksi langsung dengan komunitas dan bersama-sama menggali materi film. Sehingga komunitas dapat berpartisipasi penuh dalam proses pendokumentasiaan juga ikut berpartisipasi dalam menentukan substansi film. (jal,sti)

Views 4798
Web Statistic