MTF 2011 TARGETKAN TRANSAKSI CAPAI RP 23 MILIAR

UMUM | 12 May 2011 03:29:57 PM

Pelaksanaan Majapahit Travel Fair (MTF) 2011, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim mentarget transaksi yang dihasilkan mencapai Rp 23 milyar. Target ini dinaikkan sekitar 10 persen dari hasil transaksi 2010 lalu sebesar Rp 21,1 miliar.
Kepala Disbudpar Jatim Dr Jariyanto saat menggelar konferensi pers persiapan pelaksanaan MTF di Restoran Agis Surabaya, Kamis (12/5) mengatakan, target tersebut optimistis akan dapat terpenuhi, mengingat MTF kali ini perwakilan buyer yang datang langsung dari General Manager perusahaan-perusahaan ternama tingkat internasional. Sehingga diharapkan, kepuutusan untuk melakukan transaksi paket wisata dapat langsung dilakukan di lokasi MTF.
“Tahun ini sedikit berbeda, karena yang datang bukan perwakilan perusahaan, melainkan yang mempunyai perusahaan. Mereka sangat tertarik untuk bertransaksi di Jatim,” katanya.
Untuk meningkatkan transaksi, kata Jariyanto, selain mengundang para buyer utama, panitia juga membuka bursa pariwisata . Dalam bursa pariwisata nanti, akan dipamerkan, paket destinasi wisata, paket hotel, maskapai penerbangan maupun kuliner. Bursa pariwisata ini merupakan kegiatan baru, karena sebelumnya belum pernah ada, harapannya dengan adanya bursa ini, buyer akan mempunyai banyak pilihan untuk membeli paket mana yang bisa dijual di negara asalnya.
Direktur Utama Debindo sebagai Event Organizer MTF Dadan M Kushendarman mengatakan,  untuk memeriahkan kegiatan MTF 2011, pihaknya telah menyiapkan kegiatan-kegiatan pendukung, antara lain Festival tari tradisional Jawa Timur, lomba pidato Bahasa Inggris, MTF Bartender Competition, serta lomba penataan stan jamuan makan malam.
Dia mengatakan, selain acara pendukung, ada tujuh kegiatan utama dalam acara MTF 2011, antara lain Travel Exchange (Travex) dalam bentuk table top business meeting. Travex merupakan wahana pertemuan antara penjual (seller) dan pembeli (buyer). Jumlah buyer tercatat 53 orang di antaranya 24 dari Vietnam, Malaysia, India, Cina, dan Singapura. Sementara buyer dari dalam negeri sebanyak 29 orang yakni Solo, Makasar, Jakarta, Bali, Manado, Medan, Jogjakarta, dan Bandung.
Lebih lanjut dikatakan, acara pokok lainnya yaitu Pameran Budaya, Wisata dan Kerajinan. Pada acara ini akan ditampilkan potensi wisata dan budaya secara produk unggulan dari Jawa Timur dan provinsi lain. Acara diikuti oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pariwisata kabupaten/kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Dinas Koperasi, Badan Penanaman Modal, Provinsi anggota MPU, yakni Lampung, DKI Jakarta, Jogjakarta, Bali, Banten, NTT, dan NTB dengan total 103 stand.
Panitia juga menggelar fam Trip dengan peserta buyer, seler dan exibiter. Dimaksudkan untuk memperkenalkan dan memberikan pengalaman secara langsung terhadap daya tarik pariwisata di Jawa Timur dengan rute, Museum Mpu Tantular, East Java Craft Center Milik Dekranasda, pameran batik border di Gramedia Expo, House Of samporna, Suramadu terakhir peserta fam trip diajak ke Bangkalan untuk melihat karapan sapi.
Diakhir acara MTF, panitia juga menggelar seminar dengan topik pengembangan ekowisata. Seminar bertema ekowisata ini merupakan salah satu program untuk menyukseskan Visit East Java 2011 dari sektor wisata alam yang masih banyak belum diekspose. Menurut data yang dimiliki pemerintah, wisata alam yang ada di Jatim saat ini sebanyak 266 objek.
Wisata tersebut tersebar di seluruh wilayah Jatim. Hampir semua daerah  mempunyai wisata alam. Melalui seminar dengan tema ekowisata ini, dapat dicari jalan keluar untuk lebih memaksimalkan potensi wisata alam. (fad)

Views 11630
Web Statistic