JALUR PINTAS REL PASAR TURI-GUBENG AKAN DIUJICOBA

UMUM | 11 May 2011 01:55:28 PM

Jalur pintas (shortcut) rel antara Stasiun Surabaya Pasar Turi hingga Stasiun Surabaya Gubeng rencananya diujicoba pada 19 Mei mendatang. Proses uji coba shortcut tersebut akan dipantau langsung Direktorat Jendral (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
    Asisten Manajer Humas Eksternal PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya, Herry Winarno di kantornya, Rabu (11/5) mengatakan, setelah dilakukan uji coba dan pengawasan selama enam bulan baru jalur pintas akan diserahkan dari Kemenhub kepara PT Kereta Api kemudian dioperasikan.
    Sebelum benar-benar digunakan Kata Herry shortcut dalam pemantauan pemerintah melalui Kemenhub. Selain dari Ditjen Perkeretaapian dalam uji coba pemantauan juga ada Satuan Kerja (Satker) KA dan manajemen PT KAI Daop 8 Surabaya.
Pada pantauan itu, nantinya pejabat Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dan Manajeman PT KAI Daop VIII akan naik gerbong KA dan mengujicoba dengan melewati shortcut itu. "Istilahnya uji coba kelayakan dimana pelaksananya dari satker. Mereka nantinya naik gerbong semua dan mencoba jalur pintas rel itu,"  ujarnya.
Dijelaskan Herry, proyek pembuatan jalur shortcut ini adalah program pengembangan KA regional Surabaya dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melalui Ditjen Perkeretaapian dan dibangun dengan dana APBN. Proyek shortcut dari pemerintah pusat, dan saat ini sudah selesai dibangun kemudian akan dilanjutkan tahap uji coba
Sebelum dibangun shortcut perjalanan KA dari Stasiun Pasar Turi dan Stasiun Kota menuju Stasiun Gubeng atau sebaliknya, harus melewati Stasiun Sidotopo dulu. Jika dirinci, maka jarak Stasiun Pasar Turi hingga Sidotopo sekitar 3-4 km, dan untuk Sidotopo hingga Stasiun Gubeng sekitar 2 km, sehingga total antara 5-6 km. Jarak yang cukup jauh akan tambah memperpanjang waktu tempuh KA.
Sementara proyek shortcut yang menghubungkan Stasiun Pasar Turi langsung menuju Stasiun Gubeng, tanpa harus melewati Sidotopo dulu. Dengan shortcut itu, maka jarak tempuh bisa dipersingkat, atau hanya sekitar 3 km. Rencana ini kemudian direalisasikan pada 2010 lalu dengan membangun shortcut rel itu. Selama proses uji coba nanti, dari Kemenhub juga telah memasang rambu-rambu di beberapa titik plus sinyal kedatangan dan keberangkatan.
Diungkapkan Herry, dalam proses uji coba ini, Kemenhub memang telah melakukannya tiga kali. Direncanakan, ada satu kali uji coba lagi, sebelum proses penyerahan shortcut pada PT KAI Daop V III selaku pengelola rel. Jika uji coba sudah 95 persen clear. Jadi, PT KAI Daop VIII tinggal menunggu satu kali lagi, dan kemudian akan diserahkan pada PT KAI. Setelah diserahkan, ada proses pemeliharaan oleh PT KAI selama setahun.
Ditambahkan, shortcut ini memang dibangun untuk pengembangan perkeretaapian di Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila). Setelah mulai dioperasikan, shortcut itu akan menjadi bagian dari jalur KA Komuter. Nantinya shortcut menjadi jalur rel Komuter dari Lamongan hingga Stasiun Porong Sidoarjo dan Lamongan Surabaya- Majokerto.
Dengan jalur pintas rel KA Pasar Turi–Gubeng, jarak tempuh dan waktu akan lebih efisien. Jika dari Stasiun Pasar Turi hingga Gubeng membutuhkan waktu sekitar 30 menit, maka dengan shortcut hanya memerlukan 20 menit. (ryo)

Views 906
Web Statistic