KONDISI KALI SURABAYA BERANGSUR NORMAL

UMUM | 10 Nov 2010 03:17:22 PM

Setelah diberlakukannya status siaga merah, kuning, dan hijau beberapa hari lalu, kini kondisi Kali Surabaya yang merupakan DAS Brantas mulai berangsur normal. Debit air yang sempat bertambah tinggi juga mulai menyusut, sehingga status siaga hijau yang diinformasikan pada Senin (8/11), kini telah dicabut.
Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air IV Perum Jasa Tirta (PJT), Ir Ulie M Dewanto MT saat dikonfirmasi, Rabu (10/11) menjelaskan, debit air sudah berangsur normal dan air yang awalnya dikhawatirkan meluap, kini juga telah menyusut. Saat ini, debit air sudah berada di bawah 100 m3/detik dan itu termasuk angka. “Pasca status siaga hijau dicabut beberapa hari lalu, ketinggian air di pintu air Gunungsari dan di pintu air Jagir mencapai angka normal 100 m/detik,” katanya.
Pihaknya sempat menyatakan jika Kali Surabaya siaga merah pada Sabtu (6/11) karena debit air mencapai 250 m3/detik. Namun, status ini turun pada Minggu (7/11) pukul 03.00 WIB dan perlahan status menjadi kuning. Dia menjelaskan penerapan status siaga kuning akan diterapkan jika tinggi air 200 m3/detik.
Sedangkan pada Senin (8/11), status menjadi siaga hijau. Status hijau tak lepas dari debit air yang masih cukup tinggi. Saat itu, di pintu air Gunungsari adalah 192 m3/detik dan untuk pintu air Jagir 198 m3/detik dari angka normalnya hanya 180 m3/detik. “Kalau status hijau seperti ini kami harap warga siaga banjir. Tetapi sekarang hasil pantauan lapangan, dua jam terakhir kondisinya stabil,” tuturnya.
Adanya penerapan status itu dilakukan karena curah hujan yang tinggi, pasang surut air laut juga menghambat turunnya ketinggian debit air sungai yang mengarah ke muara. Guna mencegah bertambahnya ketinggian debit air pihaknya sudah menutup pintu air Mlirip Mojokerto. Namun aliran air dari Kali Marmoyo Mojokerto tak bisa dibendung untuk masuk ke Kali Surabaya.
Melihat kondisi ini, pihaknya melakukan langkah antisipasi untuk mencegah banjir. Di antaranya membuang air ke dua cabang aliran Kali Surabaya yaitu Kalimas dan Kali Wonokromo. Hanya saja, pihaknya memfokuskan pengendalian debit air yang melewati Kalimas untuk mencegah banjir di tengah kota.
Kendati luberan air telah dapat diatasi dengan baik, ia meminta agar warga sekitar bantaran sungai agar terus waspada banjir. Ini dikarenakan kini telah memasuki musim hujan dan kemungkinan jika terjadi hujan dengan intensitas sering dan cukup tinggi, penerapan status pun tak menutup kemungkinan akan dilakukan kembali. (afr)

Views 6329
Web Statistic