DISNAK PACITAN IMBAU MASYARAKAT WASPADAI DAGING TIDAK SEHAT

UMUM | 06 Sep 2010 02:11:14 PM

Menyambut hari Raya Idul Fitri, permintaan daging di masyarakat mulai meningkat, untuk itu Dinas pertanian dan Peternakan Kabupaten Pacitan mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam membeli daging, karena dalam sidak yang telah dilakukan Minggu (5/9) masih ditemukan penjualan daging yang tidak sehat.        
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bambang Supriyoko, pada JNR, Senin (6/9) mengatakan, dalam sidak yang diadakan di dua pasar induk yakni Pasar Arjowinangun dan Minulyo, ditemukan penjualan daging tak layak konsumsi tak layak konsumsi.
Dikatakannya, ciri-ciri daging yang sudak tidak layak konsumsi diantaranya daging berwarna merah pucat, merah keungu-unguan atau kecoklatan dan akan berubah menjadi warna chery bila daging tersebut kena oksigen, lemak berwarna kekuning-kuningan dan bau serta rasa aromatis.
Biasanya, pedagang nakal akan menjual daging-daging tak layak konsumsi ini dengan harga jauh di bawah harga pasar. Karena itu, “Yang terpenting masyarakat, khususnya umat Islam, jangan memaksakan diri dan tergiur dengan harga daging sapi atau ayam yang murah. Itu patut dicurigai,” katanya.
Untuk memastikan agar kejadian tidak terulang kembali petugas mengambil sampel dari 50 pedagang. Setelah dilakukan pelabelan sampel selanjutnya akan dicek di laboratorium. Jika terbukti dan berpotensi membahayakan konsumen pihaknya akan melakukan penyitaan daging untuk selanjutnya dimusnahkan. Sedangkan bagi pedagang yang terbukti kedapatan menjual daging tak layak akan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatanya lagi.
Kendati dalam sidak kali ini tidak ditemukan daging rusak dalam jumlah banyak, namun masyarakat tetap diimbau untuk selalu berhati-hati dalam membeli daging. Apalagi sebentar lagi lebaran dimana kebutuhan akan daging meningkat.
Lebih lanjut kata Bambang Supriyoko, pemerintah akan terus melakukan pemantauan terhadap peredaran dan penjualan daging di Pacitan. Khusus wilayah kecamatan upaya serupa akan dilakukan mantri hewan di masing-masing kecamatan.

Kabupaten Ngawi
    Sementara di Kabupaten Ngawi juga telah diadakan sidak makanan minuman (mamin), di pasar tradisional dan swalayan yakni Pasar Ngrambe, Pasar Walikukun, Pasar Paron, dan Pasar Besar Ngawi, ternyata masih ditemukan mamin yang sudah kadaluwarsa atau mendekati expired yang dipajang untuk dijual.
Kapala Bagian Humas Setda Kabupaten Ngawi, Eko Purnomo mengatakan, sidak yang di gelar selama dua hari tersebut (01-02 September 2010) dikoordinasi oleh Badan Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Bagian Perekenomian, Polisi Pamong Praja dan Bagian Humas.
Pada catatan tim sidak, produk makanan dan minuman bermasalah ikut ditemukan. Misalnya minuman susu yang sudah kadaluwarsa, astor yang sudah berjamur. Kemudian Teh Celup yang sudah kadaluarsa bulan kemarin lalu tetap dijual oleh pihak toko.  (ern)

Views 5153
Web Statistic