AKREDITASI LAB BLH DITARGETKAN SELESAI AKHIR TAHUN

UMUM | 06 Sep 2010 01:44:28 PM

Hingga kini laboratorium (lab) milik Pemprov Jatim yang dikelolakan pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) belum bisa dimanfaatkan secara maksimal, seperti untuk penyidikan kasus pencemaran lingkungan. Ini karena lab belum kuat secara yuridis atau belum terakreditasi. Guna menguatkan dari aspek yuridis itu, BLH telah mengajukan proses akreditasi dan hasilnya ditargetkan selesai pada 2-3 bulan mendatang atau maksimal akhir tahun.
Kepala Lab BLH Jatim, Drs Didik Agus Wijanarko MT saat dikonfirmasi, Senin (6/9) menjelaskan, proses akreditasi itu telah diajukan pada Komisi Akreditasi Nasional (KAN) sejak 2009. Bahkan, proses penilaian lab pun telah dilakukan pada 14-16 Juli lalu dan kini hanya menunggu hasilnya.
Ia menuturkan, jika akreditasi telah dikeluarkan KAN maka lab ini akan memenuhi sistem mutu berdasarkan ISO/IEC 17025. “Dengan akreditasi ini dan memenuhi sistem mutu berdasarkan ISO/IEC 17025, maka lab sudah kuat secara yuridis dan bisa digunakan untuk proses penyidikan,” ungkapnya.
Adapun lab yang dinilai Juli lalu adalah lab sederhana yang kini berada di belakang kantor BLH di Jalan Wisata Menanggal. Lab itu, kini masih difungsikan, tapi hanya untuk kegiatan internal guna mendapatkan data penelitian awal sebagai data pembanding dari hasil lab lain yang telah terakreditasi.
Sementara, untuk pembangunan gedung lab baru dengan ukuran yang lebih besar di depan kantor BLH pun masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan selesai Desember mendatang sesuai dengan tender pembangunan yang akan selesai akhir tahun. “Yang pasti saat pindahan lab dari belakang ke gedung lab baru di depan pada Januari 2011, akreditasi lab sudah selesai,” tuturnya.
Untuk dana pembangunan lab yang baru ini, ia belum bisa mengatakan berapa besaran dana yang dialokasikan. “Yang saya tahu dana diambilkan dari APBD Provinsi Jatim saja dan tidak ada dana dari APBN. Karena saya masih baru, maka perlu saya pelajari dulu,” kata pria yang baru menjabat Kepala Lab beberapa hari pasca dilantik gubernur awal Agustus lalu.
Pasca terakreditasi, lab akan dapat dimanfaatkan untuk berbegai penelitian, seperti uji sampling limbah cair industri, hingga uji emisi udara. Dalam uji emisi udara, saat ini memang sedang gencar-gencarnya dilakukan guna mengukur kadar kualitas udara, khususnya di daerah perkotaan dan sentra industri. Terlebih ke depannya, untuk penilaian Adipura juga tak menutup kemungkinan akan nada uji kadar kualitas udara sebagai salah satu kriteria penilaian.
Adapun dasar pembangunan lab ini adalah menggunakan Surat Keputusan Gubernur (SK Gub). Dengan adanya SK itu dan dikuatkan dengan pembangunan lab untuk uji kualitas lingkungan ini menjadi implementasi kebijakan gubernur yang memang fokus pada salah satu target RPJMD yakni pencanangan program berbasis lingkungan hidup. (afr)

Views 275
Web Statistic