DINKES KABUPATEN MALANG NYATAKAN KLB FLU BABI

UMUM | 06 Aug 2009 01:48:43 PM

Dinkes Kabupaten Malang menyatakan dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) Flu A H1N1 (Flu Babi). Penetapan status ini setelah diketahuinya hasil uji laboratorium terhadap sample ratusan santri di Kabupaten Malang menunjukkan positif Flu Babi, Rabu (5/8). Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Budi Wismanto dikonfirmasi, Kamis (6/8) mengatakan, Dinkes Kabupaten Malang setelah menerima hasil uji laboratorium secara lisan dari Balai Laboratorium Daerah di Surabaya, sampel yang diambil dari santri Ponpes Al Islafiyah Singosari dinyatakan negatif, namun sampel dari santri Babussalam Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran dinyatakan positif. Sebelumnya, santri di dua ponpes itu dilaporkan terserang flu secara massal, diduga itu adalah Flu Babi. Di Ponpes Al Islafiyah Singosari setidaknya ada 40 santri mengalami flu seperti gejala awal flu babi, sedangkan di Ponpes Babussalam tercatat ada 140 santri yang menderita flu. Untuk mengantisipasi penyebarannya, siswa yang positif terkena flu saat ini telah diisolasi diberi tempat tersendiri. Sementara pemberian tamiflu sebagai pencegahan sudah diberikan, juga sosialisasi ke masyarakat maupun puskesmas-puskesmas juga telah dilakukan. Dengan adanya penetapan status ini, maka seluruh petugas kesehatan di puskesmas harus menerapkan standar keamanan flu babi, seperti menggunakan masker selama beraktivitas di puskesmas. Selain itu, puskesmas dan bidan desa harus berkoordinasi dengan pesantren. Mereka juga harus memantau kondisi warganya dan melaporkan segera jika ditemukan adanya kasus yang dicurigai Flu Babi di daerah masing-masing. Sementara di Kota Mojokerto, untuk mengantisipasi meluasnya virus A H1N1 (virus flu babi) ratusan siswa terutama pada siswa baru dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto. PLT Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyelamatan Lingkungan (PPPPL) Dinkes Mojokerto, Ida Nurdiyati menambahkan, dinkes akan terus melakukan pencegahan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan ini tidak hanya dilakukan kepada santri saja, tetapi juga kepada seluruh siswa sekolah umum. Diharapkan dengan adanya tindakan pencegahan tersebut, penyebaran virus A H1N1 dapat diantisipasi. Selain itu, Dinkes Kota Mojokerto juga akan mengoptimalkan kinerja 5 Puskesmas Induk yang ada. Koordinator UKS dari Puskesmas Gedongan, Kecamatan Magersari Ernawati menuturkan, dalam pemeriksaan ini, pihaknya dibantu oleh 1 dokter umum dan 1 dokter gigi. Terdapat 4 pemeriksaan yag dilakukan, yakni pemeriksaan mata, gigi, fisik, dan pemeriksaan adanya kemungkinan siswa mengalami gejala flu dan batuk. “Jika dalam pemeriksaan ditemukan siswa yang mengalami gejala menyerupai flu, maka pihaknya akan segera memberikan obat dan merujuk siswa tersebut ke Puskesmas terdekat,” katanya.

Views 2547
Web Statistic