DEMONSTRASI DI KEDUBES AS AMAN TERKENDALI

UMUM | 08 Jan 2009 02:52:52 PM

Demontarsi di Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) berjalan aman dan terkendali. Setelah melakukan orasi dan mengecam aksi kebrutalan AS, Front Pembela Islam (FPI) membubarkan diri setelah melakukan negoisasi dengan kepolisian. Sementara itu dari pantauan di lapangan Aksi massa FPI di depan Konjen AS, Kamis (8/1) sempat terjadi gesekan antara polisi dengan massa FPI. Pasalnya, puluhan anggota FPI mamaksa masuk di Kedubes AS. Dari kejadian tersebut petugas kepolisian berupaya meredam situasi dan membujuk kelompok FPI tidak bertindak anarkis dan tidak terprovokasi. Akibat kejadian mendadak ini, arus lalu lintas dari arah Jalan Dr Soetomo menuju ke perempatan Raya Darmo ditutup. Kabag Bina Mitra Polwiltabes Surabaya AKBP Sri Setyo Rahayu di kantornya, Kamis (8/1) mengatakan, seluruh personel itu disiapkan di sekitar kawasan yang akan dijadikan tempat dilaksanakan demonstrasi. ”Polisi akan disiagakan untuk berjaga-jaga di Kedubes AS, Gedung Grahadi Surabaya dan tempat-tempat tujuan para demonstrasi,” ujarnya. Kedubes AS di Surabaya menyiapkan pengamanan ekstra menghadapi demonstrasi massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Surabaya menggelar aksi menolak serangan Israel kepada warga Palestina, di depan Konjen AS Jalan Dr Soetomo Surabaya. Selama aksi, ratusan petugas dari Polres Surabaya Selatan, Polwiltabes dan Brimob Polda Jatim membiarkan massa menggelar demo. Penjagaan oleh aparat kepolisian juga nampak digandakan dibandingkan pada hari biasanya. Selain aparat kepolisian, juga nampak water canon diletakkan di depan Kedubes AS. Untuk pengamanan, polisi lebih mengedepankan tindakan _ersuasive “Kita tidak melakukan tindakan represif sepanjang para demonstran tidak melakukan tindakan anarkis,” ujar Yayuk. , tindakan peringatan akan dilakukan dengan berbagai tahapan sesuai prosedur tetap (protap). Bila peringatan yang disampaikan tidak diindahkan dan justru menimbulkan tindak anarkisme, maka jajarannya akan mengambil tindakan secara profesional. ’’Kita memang sudah memiliki prosedur pengamanan tetap dalam mengadapi aksi demo ini. Ya seperti yang anda lihat dalam latihan simulasi yang digelar Polda Jatim bersama Polwiltabes Surabaya dan jajaran polresta lainya beberapa waktu lalu,’’ ujarnya. Dijelaskannya, selain melakukan pengamanan, polisi juga akan menyiapkan negosiator, mereka bertugas memberikan pengertian saat demo berlangsung agar penyampaian pendapat di muka umum tidak mengarah ke tindakan provokatif yang dikhawatirkan dapat memancing anarkisme Yayuk mengimbau kepada masyarakat yang melakukan demo untuk menyikapi segala sesuatu jangan pakai tindakan anarkis dan jangan jadi masalah bagi masyarakat lain terutama pengguna jalan. Karena aksi itu dapat mengganggu arus lalu-lintas, terutama pengguna jalan. Jika terjadi serempetan atau kecelakaan kecil, dapat memancing ketegangan. ’’Biasanya kerumunan atau crowd, mudah terpancing emosinya dan tindakannya tidak terkendali. Karena merasa berjumlah banyak, mereka seperti berkuasa dan dapat bertindak sewenang-wenang,’’ papar dia.

Views 2036
Web Statistic