Minim Personel, Pengamanan Pilkada Enam Wilayah Ini Dibantu Polda Jatim

PILKADA JAWA TIMUR | 07 Jun 2018 07:49:47 AM

Minim Personel, Pengamanan Pilkada Enam Wilayah Ini Dibantu Polda Jatim

Kepala Biro Operasi Polda Jatim, Kombes Pol Heri Sitompu

Jatim Newsroom - Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 tinggal menghitung hari. Tak kurang dari tiga minggu ke depan tepatnya 27 Juni, pesta demokrasi pemilihan calon gubernur dan calon wakil gubernur serta pemilihan bupati dan walikota digelar di 18 kab/kota di Jawa Timur.

Pengamanan pelaksanaan Pilkada pun telah disiapkan secara matang oleh Biro Operasi Polda Jatim. Namun terdapat enam wilayah atau kab/kota di Jatim yang membutuhkan tambahan personel. Keenam wilayah itu, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Bondowoso, dan Lumajang. Untuk itu Polda Jatim bakal memberikan bantuan personel untuk pengamanan. Kepala Biro Operasi Polda Jatim, Kombes Pol Heri Sitompul memastikan tambahan personel guna memperkuat enam wilayah tersebut.

"Kami sudah siapkan 785 personel staf dari Polda Jatim untuk diperbantukan pengamanan enam wilayah. Empat wilayah di Madura ditambah Bondowoso dan Lumajang," kata Karo Ops saat ditemui JNR, Rabu (6/6).

Ia menjelaskan, dari 785 personel yang di BKO (Bantu Kendali Operasi) itu dibagi untuk enam wilayah. "Pembagian personel sesuai dengan tingkat kebutuhan. Memang ada yang zona merah (rawan, red) sehingga perlu pengamanan ekstra agar pelaksanaan berjalan kondusif," tuturnya.

Dalam hal pengamanan Pilkada, Biro Operasi Polda Jatim telah melakukan simulasi pengamanan sebanyak dua kali. Pertama kali digelar 23 November 2017 dengan melibatkan seluruh personel dari Polda Jatim dan jajarannya. Acara saat itu digelar di Kenjeran Park Surabaya.

Simulasi kedua dilaksanakan di Makodam V Brawijaya pada tanggal 14 Februari 2018. Berbeda dengan simulasi pertama, pada pengamanan kedua dilakukan dengan personel gabungan Polri dan TNI. Acara juga dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo dan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin serta Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman.

Simulasi dilakukan dengan skenario aksi penyanderaan tim sukses oleh kelompok radikal terjadi. Pengamanan langsung dilakukan oleh Polda Jatim dengan menerjunkan anggota dari jajaran Brimob dan Sabhara.

Berawal dari kekacauan saat pengiriman logistik Pilkada yang disabotase oleh sekelompok preman. Aksi demo dan kerusuhan juga saat kampanye salah satu calon gubernur. Hingga kericuhan saat pemungutan suara di TPS (tempat pemungutan suara). Bahkan saat KPU menetapkan pemenang pasangan calon juga diwarnai unjuk rasa di kantor KPU. Aksi yang berujung tindak kriminal tersebut hingga akhirnya berhasil diredam oleh pasukan Brimob dan Sabhara Polda Jatim.

Di saat momen kerusuhan, seorang tim sukses pasangan calon menjadi korban penyanderaan oleh kelompok teroris yang sengaja mengacaukan jalannya Pilkada. Tim Brimob diterjunkan untuk melakukan aksi pembebasan sandera. Namun saat aksi pembebasan, ledakan bom terjadi. Asap tebal membumbung di atas lokasi penyanderaan. Tim Gegana Polda Jatim pun ikut andil diterjunkan untuk menyisir  lokasi dengan menggunakan mobil robot. Ledakan kedua pun terjadi hingga akhirnya kelompok teroris berhasil dilumpuhkan. (afr/p)

Views 46

 

 

Web Statistic