Gunakan Hak Pilihnya, KPU Jatim Minta Pemilih Pemula Segera Mengurus Suket

PILKADA JAWA TIMUR | 13 Apr 2018 07:50:56 PM

Gunakan Hak Pilihnya, KPU Jatim Minta Pemilih Pemula Segera Mengurus Suket
Foto : dok KPU

Jatim Newsroom - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim meminta kepada pemilih pemula yang belum memiliki e - KTP untuk segera mengurus surat keterangan  (Suket) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) setempat.   
 
Hal ini disampaikan oleh Anggota KPU, Gogot Cahyo Baskoro, saat sosialisasi tatap muka di SMKS Kesehatan Yannas Husada Bangkalan, Jumat (13/4). Di hadapan ratusan siswa, KPU Jatim mengajak untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Rabu 27 Juni mendatang.   
 
"Mumpung masih ada waktu, silahkan bagi yang belum mempunyai e-KTP untuk mengurus Suket guna untuk syarat menjadi pemilih dalam Pilgub Jatim 27 Juni mendatang,” ujarnya.   
 
Selain menyarankan untuk segera mengurus Suket. Gogot juga menghimbau agar seluruh siswa yang hadir sosialisasi untuk menjauhi menggunakan hak pilih dengan berdasar imbalan uang (money politik). Selain melanggar aturan, money politik akan berimbas pada denda uang dan kurungan penjara.   
 
Tidak hanya penerima money politik yang dijerat uang. Gogot menerangkan, pemberi juga bisa dikenakan sangsi yang sama sehingga jangan sampai menjadi pelaku dan penerima apapun yang berkaitan dengan politik. Terlebih, pengawasan untuk money politic saat ini juga sangat menjadi perhatian dari Panwas.   
 
“Silahkan menggunakan hak pilih, memilihlah sesuai dengan keyakinan dan jangan sampai melakukan money politic,” himbau Gogot yang juga divisi SDM dan Parmas KPU Jatim.   
 
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua LSM Kacong Mahfud Institut Bangkan, Nur Hakim. Dia menerangkan, selain terkait dengan money politic juga ada Golput yang harus mendapat perhatian khusus. Bagianya, Golput atau tidak menggunakan hak pilih memang merupakan hak konstitusional dari setiap warga.   
 
“Cuma, kalau dengan Golput malah lebih memberi kesempatan penguasa dholim yang berkuasa. Tentu hal itu juga tidak boleh dan berdosa, karena akan lebih dekat pada kerusakan,” tegasnya. (pca/s)

Views 75

 

 

Web Statistic