Mereguk Indahnya Pantai Gatra

Laporan Utama | 26 Nov 2015 02:37:31 PM

Mereguk Indahnya Pantai Gatra

Malang Selatan sangat terkenal dengan destinasi pantainya yang indah. Anda pasti pernah mendengar Pantai Ngliyep, Balekambang, atau Sendang Biru. Ternyata selain pantai-pantai menawan itu masih banyak potensi wisata  yang masih tersembunyi. Salah satunya, Pantai Gatra.

                Pantai ini baru dikenal lima bulan belakangan. Keindahannya tidak kalah dengan pantai lain di Selatan Jawa. Pantai Gatra bisa menjadi pilihan untuk mengisi liburan akhir pekan, menikmati keindahan pantai sekaligus merasakan petualangan trekking yang medannya tidak terlalu berat. Menariknya, menuju Pantai Gatra ibarat sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, di sini Anda tidak hanya disuguhi satu pantai, tetapi gugusan pantai: pantai Clungup, Bangsong, Asmoro, dan Pantai Tiga Warna.

                Pantai-pantai ini terletak di Dusun Sendang Biru, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Lokasinya berjarak 70 km dari pusat Kota Malang. Pantai-pantai itu juga berjarak 500 meter dari tempat pelelangan ikan Sendang Biru dan terletak di kawasan konservasi mangrove Sendang Biru.

                Jalan berliku tanpa pemandangan pantai menjadi bagian perjalanan menuju Pantai Gatra. Barisan bukit dan pepohonan layaknya hutan yang menutupi wajah pantai-pantai di sini. Ya, rute menuju Pantai Gatra memang tidaklah biasa. Namun bagi yang tidak ingin melakukan perjalanan berat disediakan pula ojek untuk mencapai pos penjagaan. Tentu dengan ongkos terjangkau, Rp 5000 per orang.

                Selanjutnya pengunjung akan menemui pos jaga menuju pintu masuk pantai. Di sini, pengunjung harus mendaftarkan diri, didata jumlah pesertanya, termasuk ditanya apa saja barang-barang plastikyang dibawa, seperti makanan, minuman, tisu. Ini untuk memastikan agar pengunjung tidak membuang sampah di pantai. Jika ada yang melanggar, akan dikenai denda.

                "Ini kawasan konservasi. Makanya, kami menjaga kawasan dengan cara seperti ini, memeriksa barang bawaan pengunjung. Saat keluar nanti, pengunjung harus bisa membawa pulang sampah mereka seperti saat masuk. Mereka akan diperiksa lagi, jika tidak, pengunjung akan dikenai denda Rp 100.000 per sampah yang ditinggalkan sembarangan," kata Anto, penjaga di pos masuk Clungup Mangrove Conservation. Anto adalah bagian dari kelompok pengawas masyarakat Bhakti Alam Sendang Biru.

                Pengunjung dikenai sumbangan wajib masuk pantai Rp5.000. Sumbangan ini akan digunakan untuk pembelian bibit mangrove yang akan ditanam di sekitar kawasan pantai.

                Dalam perjalanan menuju pantai, pengunjung akan melewati hutan dan jalan setapak yang cukup jauh, dengan kontur sedikit naik turun serta lapangan berpasir yang sebagian sudah ditanami mangrove. Cuaca panas, rasa letih karena trekking cukup jauh, perjalanan tetap bisa dijalani dengan nyaman.

                Sebelum mencapai Pantai Gatra, pengunjung akan bertemu dengan Pantai Clungup lebih dulu. Sebuah pantai berpasir putih dengan pemandangan hutan mangrove. Kombinasi biru dan hijau air laut dan tumbuhan-tumbuhan di sekitarnya membuat mata tak berkedip. Takjub akan keindahan alam ciptaanNya. Silakan menikmati keindahan pantai Clungup dengan duduk santai di gazebo pinggir pantai sembari makan bekal.

 

Menikmati Gatra

                Lepas menikmati Pantai Clungup, pengunjung bisa meneruskan perjalanan kurang lebih hanya 500 m menuju Pantai Gatra. Rasa lelah terbayarkan ketika sampai di lokasi pantai yang indah, bersih dan terlihat gugusan pulau kecil serta pepohonan rindang. Sangat cocok untuk beristirahat melepas penat dengan menikmati keindahan alami Pantai Gatra. Walaupun terletak di pantai selatan, namun pantai dengan ombak tidak begitu besar ini aman untuk berenang di bibir pantai. Ini karena Pantai Gatra diapit beberapa pulau kecil seperti Pulau Sempu sehingga ombak besar terpecah di pulau pulau sekitar Pantai Gatra.

                Pantai ini menyuguhkan keindahan alami dengan kontrasnya air laut yang biru dan langit yang cerah. Beberapa gugusan batu karang yang menjulang agak tinggi hingga menyerupai sebuah pulau ini mengingatkan akan keindahan Raja Ampat, Papua. Tak kalah dengan raja Ampat, di pantai ini Anda juga bisamenikmati keindahan dari ketinggian. Dengan menaiki tebing karang terlihat pemandangan nan indah. Pengunjung yang memiliki adrenaline besar, bisa terjun bebas dari atas tebing dan jatuh ke laut bebas. Namun ini hanya bagi yang terlatih.

                Pantai Gatra biasanya digunakan untuk tempat camping wisatawan yang ingin berkunjung ke pantai tiga warna, karena di pantai tiga warna tidak diperbolehkan camping. Camping di Pantai Gatra akan membuat pengunjung benar-benar bisa merasakan keindahan yang sesungguhnya. Menikmati suara deburan ombak dan langit berhias bintang-bintang, akan membuat wisatawanterhanyut.

Sebagai catatan, wisatawan yang camping tidak diperbolehkan menyalakan perapian. Ini bertujuan agar pasir pantai tetap terjaga kebersihan dan keindahannya. Untuk yang ingin memasak sudah disediakan tungku-tungku di area kamar mandi, boleh digunakan untuk umum. Jadi pengelola sudah menyediakan fasilitas cukup memadai. Selain itu keamanan juga terjaga karena pihak pengelola akan melakukan patroli untuk memastikan keamanan wisatawan.

 

Gatra Dulu

Menurut Anto, anggota masyarakat pengelola pantai yang tergabung dalam Bhakti Alam Sendang Biru, dulu masyarakat yang sebagian besar nelayan dan petani tidak ramah pada lingkungan sekitar pantai. Mereka merusak alam, menebang hutan secara liar, menghabiskan mangrove, bahkan mencari ikan dengan menggunakan potasium.

Namun lambat laun warga sekitar mulai sadar dan berpikir jauh kedepan dengan sedikit demi sedikit memulai membangun kembali mangrove dan juga terumbu karang. Karena mereka sadar bahwa alam telah memberi mereka banyak mata pencaharian sehingga mereka merasa harus membalas budi dengan menjaga dan merawat alam.

Akhirnya pada tahun 2012 terbentuk Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) yang mengawasi kelestarian laut maupun mangrove dengan bermodalkan semangat, dibawah bimbingan Dinas Perikanan Kelautan Kabupaten Malang. Aktivitas itu diawali dengan pembuatan jalan setapak, pos penjagaan, serta papan penunjuk arah.

Untuk pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelolaan wisata ini dibantu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, tetapi belum memasuki tahap bantuan fisik. Namun ada bantuan dari donatur perusahaan seperti BPR, Bank Indonesia, dan juga dari PDPT (Program Desa Pesisir Tangguh) yang salah satunya membantu pembangunan jembatan. Dia berharap Pemerintah Pusat ikut mengelola dan mengontrol pembangunan agar ada perkembangan dalam wisata pantai selatan khususnya di Pantai Gatra.(sti)

Views 2093514

 

 

Web Statistic